"Saya tidak akan ambil sikap untuk perusahaan seperti Facebook," katanya kepada CNBC, dilansir dari New York Daily News, Selasa (8/5/2012).
"Jika anda melihat bisnis yang tidak biasa, dan itu memang bisnis yang tidak umum, mereka itu sangat sulit dihitung nilainya karena pertanyaannya, apakah dalam lima atau 10 tahun dari sekarang bisnisnya itu masih akan tetap bisnis yang tak biasa," kata Buffet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak ingin meremehkan saham-saham itu," katanya mengenai Facebook dan Apple. "Saya juga tidak bilang mereka punya tidak punya masa depan yang cerah, saya hanya tidak tahu."
Buffet, yang pernah menjadi mentor untuk pendiri sekaligus CEO Facebook, Mark Zuckerberg di masa lalu itu, mengaku perusahaannya siap membeli saham di dua perusahaan Amerika Serikat (AS). Namun ia menolak untuk membocorkan.
"Saya kira kesalahan terbesar yang bisa Anda lakukan dalam berinvestasi saham adalah membeli atas dasar berita saja," ujarnya.
Seperti diketahui Facebook menawarkan 337,4 juta saham seharga US$ 28-35 per lembar. Maksimal dana yang bisa diraup mencapai US$ 13,5 miliar.
Saat ini, raksasa jejaring sosial itu sedang menggelar roadshow di beberapa kota di AS. Namun, presentasi perdana yang digelar di New York ternyata menuai kekecewaan investor.
(ang/dnl)











































