Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 22 poin setelah saham-saham unggulan yang sudah murah kembali diburu. Indeks mampu bergerak ke atas di tengah sepinya sentimen.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat tipis di posisi Rp 9.200 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.205 per dolar AS.
Mengawali perdagangan, IHSG dibuka bertambah 8,706 poin (0,27%) ke level 4.161,568 mengikuti penguatan bursa-bursa Asia. Koreksi yang cukup dalam kemarin membuat investor mulai memburu saham-saham murah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 5,623 poin (0,13%) ke level 4.164,485 setelah adanya aksi beli di saham-saham konsumer dan agrikultur. Investor masih belum bersemangat gara-gara situasi politik Eropa.
Indeks sempat menyentuh zona merah sebentar di level 4.158,506, setelah itu terus menanjak secara perlahan, hingga ke posisi tertingginya di level 4.182,903 tepat sebelum penutupan perdagangan.
Mengakhiri perdagangan, Selasa (8/5/2012), IHSG ditutup menguat 22,211 poin (0,53%) ke level 4.181,073. Sementara Indeks LQ45 ditutup naik 3,383 poin (0,47%) ke level 710,177.
Saham-saham unggulan berbasis konsumer dan agrikultur punya andil besar dalam penguatan kali ini. Harga sahamnya yang sudah murah akibat koreksi kemarin kini menjadi incaran investor.
Hanya saham-saham lapis dua di sektor aneka industri dan perdagangan yang menjadi pemberat bursa akibat terkena koreksi. Koreksinya bisa sedikit melambat sebelum penutupan.
Aksi beli marak dilakukan investor domestik, sementara asing masih melakukan aksi ambil untung atas penguatan akhir pekan lalu. Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 174,969 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 124.766 kali pada volume 7 juta lot saham senilai Rp 5,19 triliun. Sebanyak 165 saham naik, sisanya 102 saham turun, dan 103 saham stagnan.
Bursa di regional menutup sore ini dengan bergerak mixed. Sentimen yang netral dari AS dan Eropa membuat pelaku pasar Asia lakukan konsolidasi.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:
- Indeks Komposit Shanghai menipis 3,06 poin (0,12%) ke level 2.448,88. Â
- Indeks Hang Seng melemah 51,90 poin (0,25%) ke level 20.484,75. Â
- Indeks Nikkei 225 menguat 62,51 poin (0,69%) ke level 9.181,65. Â
- Indeks Straits Times naik 5,98 poin (0,20%) ke level 2.930,93. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Tembaga Mulia (TBMS) naik Rp 1.500 ke Rp 9.500, Unilever (UNVR) naik Rp 1.250 ke Rp 22.400, Multi Breeder (MBAI) naik Rp 1.100, dan Mayora (MYOR) naik Rp 900 ke Rp 22.000.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.200 ke Rp 57.650, United Tractor (UNTR) turun Rp 950 ke Rp 27.500, Astra Internasional (ASII) turun Rp 600 ke Rp 70.900, dan Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 500 ke Rp 170.500.











































