Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG turun 15,941 poin (0,39%) ke level 4.165,132 terseret arus pelemahan bursa-bursa Asia. Situasi politik di negara-negara Eropa membuat krisis ekonominya makin goyah.
Aksi jual saham marak terjadi terutama di saham-saham yang kemarin sudah menguat. Indeks langsung meluncur ke posisi terendahnya hari ini di 4.123.446.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seluruh indeks sektoral di lantai bursa terkena koreksi, rata-rata dengan pelemahan lebih dari 1,5%. Aksi jual ini terjadi di seluruh lapisan saham, terutama saham-saham blue chip.
Investor asing makin getol lepas saham. Hingga siang hari ini transaksi asing tercatat melakukan penjualan bersih dengan nilai cukup tinggi.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 66.819 kali pada volume 3,451 juta lot saham senilai Rp 2,183 triliun. Sebanyak 44 saham naik, sisanya 222 saham turun, dan 71 saham stagnan.
Bursa-bursa di regional jatuh semakin dalam di zona merah. Pelaku pasar Asia melepas portofolionya sambil menanti perkembangan situasi di Eropa.
Berikut situasi di bursa-bursa Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai ambles 32,60 poin (1,33%) ke level 2.416,28. Â
- Indeks Hang Seng melemah 192,72 poin (0,94%) ke level 20.292,03. Â
- Indeks Nikkei 225 anjlok 138,11 poin (1,50%) ke level 9.043,54. Â
- Indeks Straits Times turun 20,91 poin (0,71%) ke level 2.911,07. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Multi Breeder (MBAI) naik Rp 300 ke Rp 13.800, Akasha Wira (ADES) naik Rp 260 ke Rp 1.330, Ultra Jaya (ULTJ) naik Rp 210 ke Rp 1.380, dan Japfa (JPFA) naik Rp 150 ke Rp 4.325.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.200 ke Rp 69.700, Fastfood (FAST) turun Rp 750 ke Rp 13.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 650 ke Rp 26.850, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 37.750.
(ang/dru)











































