TV Berbayar Punya Hary Tanoe Jual Saham di Bursa Juni

TV Berbayar Punya Hary Tanoe Jual Saham di Bursa Juni

- detikFinance
Rabu, 09 Mei 2012 13:42 WIB
Jakarta - PT MNC Sky Vision perusahaan terafiliasi dengan PT Global Mediacom Tbk (BMTR) siap menjual saham perdana melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO) pada Juni 2012.

"IPO deadline kita tetap bulan Juni," kata Direktur Utama MSV, Rudy Tanoesoedibjo, di kantornya, Jalan Panjang, Jakarta, Rabu (9/5/2012).

Ia menambahkan, proses permohonan IPO telah perseroan sampaikan kepada Bapepam-LK. Meski demikain, Rudy bungkam saat ditanya target dana IPO yang perseroan incar. Namun kabar yang sudah banyak diketahui perusahaan pay tv grup MNC mengincar dana hingga Rp 3 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak boleh ngomong, cuma yang total dana seluruhnya untuk pengembangan usaha," paparnya. Salah satu yang perseroan persiapkan adalah penambahan 22 kantor cabang baru hingga pada akhir 2012 jumlahnya menjadi 82 kantor cabang.

"Dengan kantor baru ini kami akan memerlukan 500 karyawan baru," tambahnya.

Rencana awal IPO pemilik brand televisi berbayar Indovision dan Top TV adalah tahun 2011. Namun tidak ada alasan kenapa rencana ini mundur, hingga satu tahun setelahnya.

Perseroan dalam rencana pelepasan saham kepada publik ini telah menunjuk MNC Sevurities dan Danareksa Sekuritas sebagai penjamin emisi (underwriter).

Sebagai gambaran, pada tahun 2010, anak usaha grup MNC ini mencatat pendapatan Rp 1,44 triliun, meningkat 36% dibandingkan periode sebelumnya Rp 1,06 triliun.

Tahun lalu kembali naik 23% menjadi Rp 1,74 triliun. Sementara Laba sebelum pajak, depresiasi dan amortisasi (EBITDA) 2011 juga mengalami peningkatan dari Rp 522 miliar menjadi Rp 728 miliar.

Bidik Pelanggan Baru Hampir 1 Juta

MNC Sky Vision membidik 960 ribu pelanggan televisi berlangganan baru sepanjang 2012. Ini setara 80 ribu pelanggan baru per bulan.

"Setiap bulan biasa kita menargetkan 60 ribu pelanggan per bulan, tapi tahun ini target jadi 80 ribu per bulan," katanya.

Menurut Rudy, potensi kenaikan pelanggan pay tv masih memungkinkan untuk naik. Ceruk pasar televisi berbayar baru 10% dari total rumah tangga.

"Di industri masih banyak yang bisa dikembangkan. Kita baru 4,4 juta rumah tangga dari total yang Indonesia punya 50 juta rumah tangga," paparnya.

Terlebih Indovision, Rudy yakin mampu bersaing dengan perusahaan televisi berbayar lain. Perseroan mengklaim bahwa MNC Sky Vision, dengan brand Indovision dan Top TV, adalah pimpinan pasar.

"Total pangsa pasar kita 70%. Termasuk Indovision dan Top TV," ucapnya.
(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads