"Kita tidak akan pernah membeli (Sukhoi), karena Garuda sudah memakai pesawat jenis Airbus dan Boeing," kata Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Emirsyah Satar usai menandatangi kerjasama dengan China Airlines di hotel Sheraton Lagoon, Nusa Dua, Kamis malam (10/5/2012).
Emirsyah menjelaskan Garuda tidak membeli pesawat Sukhoi bukan terkait dengan kualitas pesawat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan Emirsyah, GIAA telah memiliki 192 armada, yang terdiri dari 93 pesawat jenis Boeing dan dan 99 jenis Airbus. Pesawat ini digunakan oleh Garuda Indonesia dan Citilink. "Kita ingin pesawat yang aman, nyaman, dan handal," ujar Emisryah.
Diketahui, Garuda juga memilih untuk membeli pesawat Bombardier buatan Kanada, yang juga memiliki tipe sama seperti Sukhoi Superjet 100, yaitu berkapasitas sekitar 100 penumpang.
Tahun ini Garuda memang resmi membeli 18 pesawat jet berkapasitas 100 tempat duduk keluaran Bombardier asal Kanada. Dana yang dikeluarkan mencapai US$ 2 miliar atau sekitar 18 triliun. Dari 18 pesawat tersebut, 5 pesawat datang tahun ini langsung dan sisanya akan bertahap hingga 2015.
(gds/ang)











































