Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG melemah 11,047 poin (0,27%) ke level 4.122,584 akibat penuh tekanan jual. Belum ada sentimen positif yang bisa menjadi katalis penggerak indeks.
Aksi lepas saham dilakukan banyak investor, dari asing hingga domestik. Indeks sempat menyentuh posisi terendahnya hari ini di 4.097,212.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya satu sektor industri yang berhasil menguat, yaitu sektor konsumer meski hanya tipis. Saham-saham unggulan terkena koreksi cukup tinggi, terutama saham-saham berbasis komoditas.
Indeks sektor tambang dan agrikultur memimpin pelemahan hari ini. Investor asing belum berhenti melepas portofolio yang sudah berlangsung dalam lima perdagangan terakhir.
Volume dan nilai perdagangan sedikit meningkat akibat adanya transaksi tutup sendiri (crossing) yang dilakukan Kim Eng Securities (ZP) terhadap saham Tempo Scan Pacific (TSPC) senilai Rp 2,12 triliun. Transaksi dilakukan di pasar negosiasi.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 56.220 kali pada volume 5,979 juta lot saham senilai Rp 3,904 triliun. Sebanyak 48 saham naik, sisanya 218 saham turun, dan 64 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia akhirnya tumbang juga ke zona merah setelah pagi tadi sempat mixed. Bursa saham Hong Kong terkoreksi cukup dalam, hingga lebih dari satu persen.
Berikut situasi di bursa-bursa regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 5,92 poin (0,25%) ke level 2.404,31.
- Indeks Hang Seng anjlok 237,74 poin (1,18%) ke level 19.989,54. Â
- Indeks Nikkei 225 melemah 31,93 poin (0,35%) ke level 8.977,72. Â
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 550 ke Rp 18.000, Indomobil (IMAS) turun Rp 500 ke Rp 17.450, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 450 ke Rp 37.200, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 16.600.
(ang/dnl)











































