LPKR mematok guidance imbal hasil awal sekitar 7,25% dengan opsi call setelah tahun keempat.
"Meski dirilis saat pasar sedang melemah dan dengan ketentuan agresif, obligasi LPKR berhasil menarik permintaan US$ 680 juta dari 72 investor. Ini berarti kami kelebihan permintaan hingga 4,5 kali," kata Ketut Budi Wijaya, Presiden Direktur LPKR dalam keterangan tertulisnya, Jumat (11/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya imbal hasil obligasi 2019 direvisi menjadi 7,125% yang merupakan harga penutupan. Kupon ditetapkan 7% dan obligasi tersebut ditawarkan kembali pada 99,32. Ada beberapa faktor pendukung keberhasilan transaksi ini, salah satunya adalah karena Selasa lalu Fitch menaikkan peringkat LPKR dari B+ menjadi BB-, mengikuti peningkatan peringkat dari S&P.
(ang/ang)











































