Indeks S&P 500 kembali jatuh untuk hari keempatnya dari lima perdagangan terakhir ke level terendahnya sejak Februari. Saham-saham yang sensitif terhadap pertumbuhan ekonomi, seperti bank dan energi, memimpin koreksi pasar.
Yunani berniat melakukan pembicaraan untuk membentuk pemerintahan koalisi, meski pemimpin partai sosialis Evangelos Venizelos meragukan pemerintahan baru itu akan terbentuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham bank terbawa koreksi JPMorgan Chase & Co menyusul rencana pengunduran diri tiga eksekutifnya. Saham JPMorgan jatuh lagi 3,2% ke level US$ 35,79 setelah sebelummnya anjlok 9% akhir pekan lalu.
Selain itu, Kanselir Jerman Angela Merkel yang memimpin partai demokrat mengalami kekalahan di hari minggu, yang bisa berujung gagalnya program penghematan anggaran.
Tiga indeks utama di bursa paman sama itu melemah berbarengan setelah terkena kasi jual akibat bergugurannya bursa-bursa Eropa. Indeks S&P 500 sudah jatuh di bawah level support 1.340, sehingga bisa memicu aksi jual lebih lanjut.
Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones jatuh 125,25 poin (0,98%) ke level 12.695,35. Indeks Standard & Poor's 500 kehilangan 15,04 poin (1,11%) ke level 1.338,35. Indeks Komposit Nasdaq melemah 31,24 poin (1,06%) ke level 2.902,58.
(ang/ang)











































