Asing Cairkan Dana Rp 567 Miliar, IHSG Menipis 7 Poin

Asing Cairkan Dana Rp 567 Miliar, IHSG Menipis 7 Poin

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Selasa, 15 Mei 2012 16:08 WIB
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tipis 7 poin akibat aksi beli di saham-saham unggulan. Investor asing mencairkan dana sebanyak Rp 567 miliar.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di posisi Rp 9.260 per dolar AS sama seperti posisi pada penutupan perdagangan kemarin.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka ables 25,516 poin (0,63%) ke level 4.027,551 akibat dibayang-bayangi sentimen gejolak politik di negara-negara Eropa. Hal tersebut memicu aksi jual di pasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tekanan jual cukup tinggi sejak dibukanya perdagangan, indeks bahkan sempat meninggalkan level 4.000 dan menyentuh posisi terendahnya hari ini di 3.997,772.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG jatuh 39,795 poin (0,98%) ke level 4.013,272 akibat banyak investor melepas saham merespons gejolak politik dan ekonomi Eropa. Dana asing sudah 'ngacir' dari bursa dengan nilai cukup tinggi.

Setelah jatuh cukup dalam, beberapa investor memanfaatkan posisi indeks yang rendah untuk akumulasi beli. Hasilnya, indeks berhasil naik ke zona hijau hingga ke level 4.068,723.

Sayangnya, indeks tak bertahan lama di teritori positif. Tekanan jual kembali terjadi sehingga indeks pun kembali jatuh ke zona merah.

Mengakhiri perdagangan, Selasa (15/5/2012), IHSG ditutup turun tipis 7,423 poin (0,19%) ke level 4.045,644. Sementara Indeks LQ45 ditutup melemah tipis 0,546 poin (0,08%) ke level 686,310.

Banyak investor melepas portofolionya merespons situasi politik dan ekonomi negara-negara Eropa. Salah satu yang paling getol lepas saham adalah investor asing.

Transaksi asing hingga siang ini sudah melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 567,006 miliar di seluruh pasar. Saham-saham unggulan jadi target penjualan hari ini, terutama berbasis komoditas. Tiga sektor industri masih berhasil naik, yaitu finansial, properti dan infrastruktur.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 136.292 kali pada volume 8,364 juta lot saham senilai Rp 4,992 triliun. Sebanyak 118 saham naik, sisanya 140 saham turun, dan 89 saham stagnan.

Bursa di Asia hingga siang ini bergerak mixed setelah pagi tadi kompak terpuruk di zona merah. Posisi pasar saham yang sudah oversold dimanfaatkan untuk aksi beli

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai turun 5,88 poin (0,25%) ke level 2.374,84.  
  • Indeks Hang Seng naik 159,27 poin (0,81%) ke level 19.894,31.  
  • Indeks Nikkei 225 melemah 73,10 poin (0,81%) ke level 8.900,74.  
  • Indeks Straits Times menguat 18,34 poin (0,64%) ke level 2.882,46.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.000 ke Rp 59.000, Sucaco (SCCO) naik Rp 600 ke Rp 3.000, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 550 ke Rp 36.000, dan Lippo Cikarang (LPCK) naik Rp 300 ke Rp 3.750.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bayan (BYAN) turun 1.050 ke Rp 14.300, Indomobil (IMAS) turun Rp 800 ke Rp 16.350, Astra Agro (AALI) turun Rp 700 ke Rp 19.600, dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 650 ke Rp 67.950.

(ang/dru)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads