Mahalnya Harga Saham Facebook Sebanding Dengan Risiko?

Mahalnya Harga Saham Facebook Sebanding Dengan Risiko?

- detikFinance
Rabu, 16 Mei 2012 10:40 WIB
Mahalnya Harga Saham Facebook Sebanding Dengan Risiko?
Washington - Semua orang tahu bahwa Facebook adalah perusahaan internet raksasa yang akan menghasilkan uang dalam waktu lama. Tapi, apakah Facebook layak menjadi investasi dengan harga IPO setinggi itu?

Para analis punya beberapa perdebatan. Facebook memang punya nilai luar biasa besar dan masih akan berharga dalam jangka panjang. Tapi mungkin ada kesempatan lain yang lebih murah di pasaran.

Di sisi lain, mengesampingkan penilaian fundamental, permintaan akan saham Facebook membludak sehingga investor mungkin bisa panen besar apa pun kasusnya. Sebagai contoh, IPO perusahaan jejaring sosial terbesar tahun lalu, LinkedIn. Mereka yang mengambil resiko dan membeli saham LinkedIn dengan harga mahal yakni US$ 45, mungkin uangnya sudah berlipat ganda sekarang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Facebook percaya dengan besarnya permintaan. Selasa kemarin, mereka menaikkan harga saham yang akan diperdagangkan perdana Jumat ini menjadi US$ 34-38, dari sebelumnya US$ 28-35.

Menurut para analis, jika dihitung secara fundamental, angka tersebut termasuk tinggi. Dengan laju pertumbuhan sekarang, rasio harga-pendapatan perusahaan seharusnya lebih dari 60 kali target pendapatan tahun ini dan 40 kali tahun depan.

Bandingkan dengan rata-rata rasio harga-pendapatan Nasdaq yang 19,7 kali dan sang rival, Google yang 18,5 kali. Apalagi, laporan keuangan triwulan I Facebook menunjukkan perlambatan pertumbuhan iklan.

Perusahaan Mark Zuckerberg ini juga mati-matian mencari cara menghasilkan uang dari pengguna yang mengakses Facebook dari ponsel pintarnya. “Perusahaan ini sangat overvalued. Menurut kami, harga yang pas untuk Facebook adalah USD 32,” kata Rick Summer dari Morningstar, seperti dikutip dari AFP (16/5/2012).

Menurut Summer, harga saham perdana Facebook dikendalikan oleh membludaknya permintaan. “Orang-orang merasa harus mendapatkan bagian dari perusahaan internet ini,” tambahnya.

Trip Chowdry dari Global Equities juga mengatakan, terkadang ekspektasi melebihi fundamental. “Pendapatan per pengguna sangat rendah (dan) Facebook tidak punya sejarah mobile yang kuat,” kata Chowdry.

Menurut Chowdry, mungkin orang-orang percaya janji jangka panjang kalau Facebook akan mengunci pengguna dan data pribadinya seperti yang diinginkan pengiklan, untuk tetap bisa bersaing dengan Google yang sudah lebih mapan di bisnis periklanan online.

“Apakah ini hanya tren semata? Industri dan model bisnis ini tidak terdefinisikan, perilaku pengguna juga tidak tetap.” Chowdry mengatakan, performa keuangan Facebook mungkin tidak mempengaruhi harga IPO untuk beberapa tahun. Pemasukan mungkin akan tumbuh cepat dari iklan online, tapi tidak dengan pendapatan.

Facebook harus terus membuat investasi besar-besaran. Baik dalam hal karyawan, fasilitas dan langkah strategis seperti akuisisi US$ 1 miliar terhadap Instagram. Tapi mayoritas analis mengatakan Facebook untuk jangka panjangnya bullish. Potensi Facebook tergantung dari kemampuannya meningkatkan pemasukan dengan cepat.

“Jika Facebook bisa mencapai 1 miliar pengguna di seluruh dunia, maka dia akan jadi platform periklanan yang luar biasa bernilai. Ke depannya, kita akan melihat dunia periklanan internet dihuni oleh dua monster: Facebook dan Google,” kata Summer lagi.

Pertanyaan bagi investor kecil, apakah saham Facebook bisa perform. Berlawanan dengan LinkedIn, dua perusahaan teknologi Zynga dan Groupon yang IPO beberapa tahun lalu sekarang diperdagangkan cukup baik dengan harga di bawah harga saat pelepasan perdana.

Virginie Lazes dari Bryan Garnier & Co. mengatakan, meski penilaian Facebook sedikit tinggi, dia memperkirakan harga Facebook akan tetap naik. “Setelah 1 tahun, saya kira harganya bisa naik 5-10%. Itu sudah bagus untuk perusahaan sebesar mereka.”

Jika disuruh memilih, Summer mengatakan Google kelihatannya lebih menjanjikan karena selisih penilaiannya terlalu jauh, antara Google dengan Facebook yang masih muda. Google diperdagangkan dengan harga US$ 611 pada penutupan kemarin.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads