Kontrak kemitraan dengan perusahaan trading batubara Coeclerici Group sudah dilakukan 11 Mei lalu di Singapura. Penandatanganan dilakukan oleh Feriwan Sinatra, Direktur PT Tunas Inti Abadi dan Urbano Clerici, Direktur Coeclerici.
Ini merupakan kali kedua ABM dan Coeclerici bekerjasama setelah kontrak pasokan 150.000 metrik ton batubara ke China pada Oktober-Desember 2011.Coeclerici adalah operator internasional di bidang jasa industri listrik dan besi baja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Batubara tersebut diproduksi oleh anak usaha Reswara, Tunas Inti Abadi (TIA) dari wilayah konsesi di Kalimantan Selatan dengan nama dagang TIA Compliant Coal (TCC).
Tahun ini Reswara melalui TIA menargetkan penjualan batu bara TCC sebesar 4.5 juta metrik ton. Per bulan Mei, Reswara berhasil mengamankan 75% dari total target penjualan.
"Ini merupakan kontrak penjualan batubara kami yang ketiga tahun ini. Dengan makin meningkatnya kebutuhan batubara terutama di Asia, kami optimis bisa mencapai target penjualan 2012," kata Andi Djajanegara, Presiden Direktur ABM Investama.
Batubara jadi salah satu bahan bakar utama pembangkit listrik di Asia, khususnya China dan India yang mengonsumsi hampir separuh produksi batubara dunia. Saat ini 70% pembangkit listrik India dan 80% pembangkit listrik China yang dihidupi oleh batubara.
(ang/ang)











































