Ekonomi Yunani diperkirakan akan semakin parah jika negara itu keluar dari Uni Eropa. Parlemen Uni Eropa mengingatkan kemungkinan ekonomi Yunani bisa kolaps.
Ketua Parlemen Uni Eropa Martin Schulz mewanti-wanti dampak besar yang akan diterima oleh Yunani jika niat negara itu keluar dari keanggotaan Uni Eropa terealisasi. Schulz mengungkapkan ekonomi Yunani akan bertambah parah jika Yunani tidak menggunakan satu mata uang Euro.
"Banyak pihak yang percaya jika Yunani akan keluar dari lingkaran krisis tapi bagi saya itu merupakan sebuah awal dari lingkaran krisis yang jauh lebih besar," ungkap Schulz seperti dikutip dari AFP, Jumat (18/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak mengatakan pendapat saya ini tidak berdasar tapi saya mempertimbangkan hal tersebut sebagai suatu hal yang sangat berisiko," tambahnya.
Bahkan Schulz memprediksi ekonomi Yunani akan jatuh dalam beberapa waktu setelah Yunani jadi keluar dari kenaggotaan Uni Eropa. "Dia akan jatuh dalam beberapa waktu," tutupnya.
Rencana Yunani yang berniat hengkang dari anggota Uni Eropa, berdampang langsung pada bursa saham-saham di seluruh dunia. Terutama akibat dihentikannya pemberian likuditas ke bank-bank Yunani oleh Bank Sentral Eropa alias European Central Bank (ECB). Para investor sudah sangat sensitif dengan berita-berita yang berhubungan dengan Yunani.
(hen/hen)











































