Investor Awasi Ketat Saham Facebook di Perdagangan Kedua

Investor Awasi Ketat Saham Facebook di Perdagangan Kedua

Metta Pranata - detikFinance
Senin, 21 Mei 2012 11:36 WIB
Investor Awasi Ketat Saham Facebook di Perdagangan Kedua
San Fransisco - Saham Facebook kembali diperdagangkan di Wall Street Senin pagi waktu setempat nanti dengan pengawasan ketat oleh para investor. Ini dilakukan untuk melihat seberapa baik Facebook bangkit setelah tersungkur di sebuah debut yang bersejarah tapi mengecewakan.

Tebak-tebakan terus berlanjut di sepanjang akhir pekan ketika para analis dan yang lain berdebat apakah keputusan Facebook melepas sahamnya seharga US$ 38 pada IPO perdananya Jumat lalu itu melampaui atau tepat sasaran.

Saham Facebook sempat menanjak hingga melewati US$ 42, namun mendekati penutupan malah terus turun hingga ditutup di harga US$ 38,23 dengan bantuan bank penjamin emisi yang membeli kembali saham ketika harganya merosot melebih harga pembukaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sulit mengetahui apa yang akan terjadi jika bank tidak turun tangan," kata Lou Kerner dari Social Internet Fund, dikutip AFP (21/5/2012). Lou mempertanyakan apa yang akan terjadi pada harga saham Facebook saat Nasdaq dibuka lagi Senin.

Beberapa analis beradu pendapat mengenai performa saham perdana Facebook. Ada yang mengatakan, jika penetapan harga US$ 38 sudah tepat sasaran. Facebook akan untung besar-besaran jika harga saham meroket dalam sehari menunjukkan permintaan para investor yang salah nilai.

Penutupan di US$ 38,23 hanya selisih tipis di atas harga IPO juga menghindari harapan tidak realistis yang ingin bisa untung besar di hari pembukaan. Kenyataannya, perusahaan-perusahaan yang go public umumnya ingin momentum dan status yang diperoleh ketika harga sahamnya meroket dari peluncuran.

"Saya kira bank penjamin emisi berhasil meyakinkan Facebook untuk menawarkan saham dalam jumlah berlebih. Pasar tidak punya 'nafsu makan' cukup untuk jumlah saham yang ditawarkan," kata analis Michael Pachter dari Wedbush Securities.

Analis lain mengatakan, respon dingin terhadap IPO yang sebelumnya amat dinantikan tersebut menunjukkan investor sudah mempelajari tentang banyaknya perusahaan 'dot-com' yang popularitasnya meledak baru-baru ini. Kini mereka sedang mengukur potensial Facebook untuk mengubah popularitasnya menjadi profit.

Pelacak pasar telah melaporkan bahwa orang-orang ternyata lebih senang meng-klik iklan di Google daripada di Facebook. Sehari sebelum IPO, perusahaan otomotif raksasa AS General Motors mengatakan tidak akan memasang iklan lagi di Facebook karena efeknya tidak terasa.

Facebook belum menunjukkan bagaimana cara mereka akan mereguk pundi-pundi uang dari penggunanya via ponsel pintar atau komputer tablet. Iklan hanya ditampilkan ketika pengguna mengunjungi Facebook dari PC atau laptop. Menurut Trip Chowdry, direktur Global Equities Research, lebih dari separuh pengguna mengakses Facebook dari gadget mobile.

Zuckerberg sudah memprioritaskan perhatiannya pada pengguna Facebook mobile. Buktinya, hari pertama IPO diakhiri dengan kabar bahwa Facebook sudah membeli perusahaan startup Karma. Namun Facebook tidak menyebut berapa yang digelontorkan untuk membeli perusahaan yang baru berusia satu tahun ini. Karma memungkinkan orang-orang bisa mengirim hadiah ke teman melalui ponsel pintar.

Sebelumnya, Facebook sudah mengakuisisi situs berbagi foto populer, Instagram dengan harga fantastis. Facebook juga membuat pusat online untuk aplikasi ponsel pintar yang tersinkronisasi ke Facebook dan membeli startup mobile discovery, Glancee.

Sekarang tinggal tunggu waktu saja untuk membuktikan apakah investasi besar-besaran Facebook bisa menyaingi Google yang sudah terlebih dulu go public pada 2004.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads