Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka berkurang 23,939 poin (0,61%) ke level 3.956,557 terkena sentimen negatif krisis Eropa dan melambatnya ekonomi China. Pelaku pasar masih terus melakukan aksi jual.
Saking maraknya aksi jual indeks hampir saja meninggalkan level 3.900. Untungnya, setelah menyentuh level 3.920,605 koreksi indeks bisa sedikit melambat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara teknikal, indeks sudah sangat jenuh jual. Namun, sentimen negatif yang banyak beredar dari Eropa membuat pelaku pasar ragu-ragu untuk menempatkan modalnya.
Sehingga aksi jual langsung marak terjadi, terutama di saham-saham unggulan. Seluruh indeks sektoral melemah, koreksi terbanyak diderita indeks sektor aneka industri.
Investor asing paling banyak melepas saham. Hingga siang ini investor asing tercatat melakukan penjualan bersih dengan nilai cukup tinggi hingga siang hari ini.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 58.575 kali pada volume 3,462 juta lot saham senilai Rp 3,812 triliun. Sebanyak 71 saham naik, sisanya 167 saham turun, dan 83 saham stagnan.
Beberapa bursa di Asia berhasil balik arah ke zona hijau meski masih ada yang ketinggalan di teritori negatif. Meski naik namun penguatannya belum signifikan.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 7,05 poin (0,30%) ke level 2.351,57. Â
- Indeks Hang Seng menipis 19,26 poin (0,10%) ke level 18.932,59. Â
- Indeks Nikkei 225 menguat 43,56 poin (0,51%) ke level 8.654,87. Â
- Indeks Straits Times naik tipis 0,25 poin (0,01%) ke level 2.779,35. Â
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 2.100 ke Rp 66.300, Mayora (MYOR) turun Rp 800 ke Rp 20.200, United Tractor (UNTR) turun Rp 600 ke Rp 26.350, dan Multibreeder (MBAI) turun Rp 500 ke Rp 13.200.
(ang/dnl)











































