Fokus Kurangi Utang, BUMI Pangkas Dividen

Fokus Kurangi Utang, BUMI Pangkas Dividen

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Senin, 21 Mei 2012 15:16 WIB
Fokus Kurangi Utang, BUMI Pangkas Dividen
Jakarta - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sepakat membagikan dividen Rp 14,31 per lembar untuk tahun buku 2011. Dividen ini setara dengan 15% dari raihan laba perseroan yang mencapai US$ 220 juta atau sekitar Rp 1,98 triliun.

Demikian salah satu hasil agenda RUPS BUMI yang berlangsung hari ini di Jakarta, Senin (21/5/2012). Menurut manajemen BUMI, pengurangan jatah dividen dilakukan karena fokus perseroan adalah pengurangan utang. Khususnya kepada CIC yang telah banyak dibicarakan pelaku pasar.

"Pada periode sebelumnya kami membagikan dividen 30%, sekarang hanya 15% atau setara Rp 14,31 per lembar," kata Direktur BUMI, Dileep Srivastava di Balai Kartini Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami berfikir pragmatis saja untuk dividen kali ini," tambahnya. Jika mengacu raihan laba yang telah dipublikasikan maka total dividen yang dibagikan kepada pemegang saham sebesar US$ 33 juta.

Direktur BUMI lainnya, Stefan White menerangkan, kini perseroan fokus pada pengurangan utang. Diharapkan dengan pemangkasan ini beban BUMI menjadi lebih ringan pada periode mendatang.

Seperti diketahui perusahaan grup Bakrie ini mencatat kenaikan laba bersih 13% menjadi US$ 220 juta atau setara dengan Rp 1,98 triliun pada tahun buku 2011, dari periode sebelumnya US$ 207 juta. Kenaikan ditopang oleh pendapatan dan volume penjualan batubara.

Presiden Direktur BUMI, Ari S Hudaya menjelaskan, pendapatan perseroan tercatat naik 37% menjadi US$ 4 miliar, dari periode sebelumnya US$ 2,92 miliar. Terjadi pula kenaikan harga rata-rata batu bara hasil produksi anak usaha BUMI, Arutmin dan KPC, 30%.

Total produksi BUMI sepanjang 2011 tercatat 63,3 juta ton naik 4% dari periode sebelumnya 60,7 juta ton. Harga batu bara terjual perseroan juga meningkat dari US$ 71,03 per ton menjadi US$ 92,69 juta. Kemudian total pengelupasan tanah (overburden removed) naik 20% dari 633,1 mbcm menjadi 758,6 mbcm.

"2011 merupakan tahun yang menantang bagi BUMI. Kami mengubah bisnis pada seluruh aspek operasi, administrasi, dan pemerintahan sementara menyikapi kondisi pasar yang tidak menentu. Ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kinerja operasional dan keuangan dalam jangka pendek," ucap Ari.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads