RAPBN 2005 Tak akan Berpengaruh pada Pasar Modal
Senin, 16 Agu 2004 15:21 WIB
Jakarta - Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2005 yang baru diumumkan pemerintah tidak akan memberi pengaruh kepada pasar modal. Alasannya, RAPBN dianggap tidak memberi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi sehingga diyakini tidak akan berdampak terhadap emiten di Bursa Efek Jakarta (BEJ)."Susah kalau mengharapkan RAPBN 2005 memberi stimulus ke pasar modal karena kondisi saat ini tidak memungkinkan seperti itu," kata ekonom UI, M. Chatib Basri, saat ditemui wartawan di gedung BEJ, Jl. Jenderal Sudirman, Senin (16/8/2004).Menurut Basri, RAPBN 2005 hanya dibuat untuk menjaga stabilitas makro ekonomi sehingga membuat investor berminat menanamkan modalnya. Namun untuk memberi pengaruh langsung kepada emiten, maka RAPBN haruslah bersifat ekspansif dengan melakukan pertumbuhan di sektor manufaktur dan lain-lain.Namun demikian, lanjut dia, minat investor terhadap pasar modal tetap akan tinggi jika pemerintah bisa menekan tingkat suku bunga dan inflasi serta menjaga kurs rupiah.Pasalnya, menurut wakil kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) UI tersebut, dengan suku bunga yang rendah akan mengakibatkan suku bunga deposito ikut rendah sehingga masyarakat akan memilih pasar modal dan reksa dana sebagai alternatif investasinya.Mengenai rencana pemerintah untuk menerbitkan obligasi Rp 50 triliun dimana secara bersamaan pemerintah akan melakukan privatisasi senilai Rp 3,5 triliun, menurut Basri, hal tersebut tidak akan membuat kekacauan di pasar. Menurutnya, pemerintah pasti akan melakukan penerbitan obligasi secara bertahap dengan melihat kondisi pasar dalam negeri dan regional.
(ani/)











































