F1 Dapat 'Lampu Hijau' Jual Saham di Singapura

F1 Dapat 'Lampu Hijau' Jual Saham di Singapura

- detikFinance
Rabu, 23 Mei 2012 12:07 WIB
F1 Dapat Lampu Hijau Jual Saham di Singapura
Singapura -

Pengelola bisnis balapan paling akbar di dunia, Formula 1 (F1), mempercepat usahanya mencatatkan saham perdana (Initial Public Offering) di bursa Singapura atau Singapore Exchange (SGX).

Otoritas SGX, seperti dikutip CNN dari laporan media setempat, Rabu (23/5/2012), telah memberi 'lampu hijau' atas permohonan IPO Formula 1. Penawaran saham perdana kali akan menjadi salah satu yang terbesar, karena dana yang bisa F1 raih dari publik mencapai US$ 3 miliar.

IPO Formula 1 ini menjadi yang terbesar kedua di kawasan, setelah Hong Kong tycoon Li Ka-Shing's Hutchison Port Holdings Trust melakukan hal yang sama tahun lalu. Hutchison mampu meraih dana US$ 5,5 miliar dari bursa saham.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CVC Capital Partners diketahui menjadi pemegang saham mayoritas F1 sejak 2006 lalu. CVC sebelumnya telah melepas sebagian saham F1 senilai US$ 1,6 miliar ke Waddell Reed, BlackRock & Norges Bank. Atas kongsi kepemilikan saham dengan mitra baru ini, CVC kini memiliki 40% saham F1.

"IPO akan memberi kredibilitas F1 jauh lebih baik dan meningkatkan permodalan perusahaan," kata Peter Elston, Kepala Strategi Asia-Pasifik dan Asset Allocation Aberdeen Asset Management's Asian unit, Rabu (23/5/2012).

Meski demikian, pesimisme IPO Formula 1 datang dari Justin Harper, analis pasar dari IG Markets Singapura. Ia khawatir realisasi IPO F1 bernasib sama dengan Facebook yang turun sejak perdagangan perdana.

"Ini mirip seperti Facebook. Saat Anda terjebak dalam keriuhan dari Facebook, pun demikian dengan F1. Formula 1 bisa saja tidak cukup didukung pasar," tutur Justin.

Penting diketahui, kini banyak perusahaan besar dunia 'lari' ke Asia, karena krisis ekonomi Eropa yang berkepanjangan. Perusahaan mencoba peruntungan pada pasar investasi Singapura dan Hong Kong. Tahun lalu, klub Manchester United melakukannya. Sebagai klub dengan suporter terbanyak di Asia, MU pede mencatatkan sahamnya di bursa Singapura dan telah mengantongi dana sekitar US$ 1 miiliar.

Meski memiliki omzet besar, MU juga menanggung utang bersih hingga US$ 498,7 juta. Ini menjadi tantangan keluarga Glazer pemilik mayoritas saham MU asal AS, untuk berbenah.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads