Kekayaan 5 Konglomerat Ini Raib Gara-gara Saham Anjlok

Kekayaan 5 Konglomerat Ini Raib Gara-gara Saham Anjlok

Metta Pranata - detikFinance
Rabu, 23 Mei 2012 12:40 WIB
Kekayaan 5 Konglomerat Ini Raib Gara-gara Saham Anjlok
Jakarta - Kekayaan Mark Zuckerberg sudah 'lenyap' lebih dari US$ 3 miliar selama 3 hari saham Facebook diperdagangkan di Wall Street. Saham Facebook bisa saja terjun bebas lagi, menciptakan istilah baru dalam dunia bisnis: 'Zucked.'

Istilah ini bisa digunakan dalam kalimat: "My stock wealth is down 30%, I got Zucked!" Ketika perputaran kekayaan harian Zuckerberg mungkin hal baru, fenomena kehilangan kekayaan mendadak bukanlah hal baru.

Kini sudah jadi bagian dari dunia keuangan, ketika pundi-pundi uang pribadi bisa tumbuh subur atau malah 'mati' perlahan di pasar saham yang senantiasa berubah-ubah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi tetap saja Zuckerberg tidak akan goyah secepat itu karena dia masih punya 'sisa' kepemilikan saham senilai US$ 16 miliar. Banyak investor pribadi yang mungkin lebih merasakan dampak 'Zucked.'

Inilah beberapa contoh pengusaha dan pemimpin perusahaan yang mendadak kehilangan miliaran dolar dalam sehari, dilansir dari CNBC (23/5/2012):

Sheldon Adelson
Inilah jawara 'kontes' The Biggest Loser versi saham. Ketika seluruh pasar saham anjlok separuh di tahun 2008, konglomerat kasino Las Vegas ini menyaksikan 90% hartanya 'lenyap' atau hampir US$ 25 miliar.

Situasi terus memburuk hingga dia harus berutang US$ 1 miliar untuk perusahaanya. Namun pria yang mengaku tumbuh di lingkungan kumuh ini melihat kehilangan hartanya dari sisi lain. "Saya kehilangan US$ 25 miliar. Saya mulai dari nol,” kata Adelson pada ABC di tahun 2010.

Bill Gates
Pada tahun 2009, total harta Bill Gates mencapai US$ 100 miliar. Tapi ketika pasar saham jatuh, nilai keseluruhan Microsoft ikut tersungkur dan kehilangan nyaris US$ 40 miliar. Meski demikian, dengan sisa US$ 60 miliar Bill Gates masih termasuk sebagai orang terkaya di dunia.

Reed Hastings
Jika ada orang yang bisa mengajar tentang rapuhnya memiliki kekayaan di bisnis teknologi, tak lain dari pendiri Netflix, Reed Hastings. Dia menyaksikan hartanya meroket hingga lebih dari US$ 850 juta April lalu.

Tak lama kemudian, sahamnya terjun bebas hampir 75% menjadi tinggal sekitar US$ 200 juta. Apa yang membedakan Hastings adalah dia siap untuk kejatuhan tersebut. Dia menjual lebih dari US$ 100 juta saham sepanjang tahun di harga yang lebih tinggi melalui trading berjangka otomatis.

Lakshmi Mittal
Konglomerat yang menetap di London ini mengalami kehilangan harta sebanyak 75% atau sekitar US$ 45 milyar selama masa suram di pasar saham dan kehancuran industri baja di tahun 2008. Perlahan tapi pasti, kekayaan Mittal sudah naik kembali menjadi US$ 22 miliar. Namun perjalanan Mittal masih berliku. Dia kehilangan hampir US$ 1 miliar dalam sehari saat trading di bulan Maret.

Aubrey McClendon
Di tahun 2008, bos Chesapeake Energy ini punya total kekayaan sekitar US$ 3 miliar yang sebagian besar berasal dari kepemilikan sahamnya. Dia begitu percaya diri mengenai pertumbuhan perusahaannya hingga berani meminjamkan saham-sahamnya ke pihak lain. Uang tunai yang didapatnya digunakan untuk membeli lebih banyak saham lagi.

Ketika harga komoditas kolaps, sahamnya anjlok 80% dan McClendon harus melikuidasi 90% anak usahanya. Kekayaannya kini sudah kembali sebanyak US$ 1 miliar, berkat kinerja baik perusahaan. Namun harga sahamnya masih ketinggalan jauh, 75% dari level tertingginya saat itu.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads