Saham Perdana AirAsia Laris Manis di Thailand

Saham Perdana AirAsia Laris Manis di Thailand

Metta Pranata - detikFinance
Rabu, 23 Mei 2012 15:38 WIB
Saham Perdana AirAsia Laris Manis di Thailand
Bangkok - Pemegang saham mayoritas Thai AirAsia melaporkan adanya permintaan tinggi terhadap saham maskapai penerbangan murah ini. Asia Aviation PCL sebagai pemegang 51% saham Thai AirAsia mengatakan, respon dari investor institusional begitu luar biasa hingga kelebihan pesanan 10 kali lipat.

Saat ini Thai AirAsia masih dalam tahap penentuan harga penawaran saham perdana. Rencananya, Thai AirAsia akan melepas 1,2 miliar saham atau sekitar 25% di harga 3,7 baht (Rp 1.150) per lembarnya. IPO akan digelar 23-25 Mei dan diperkirakan bisa meraup US$ 143 juta (Rp 1,34 triliun).

"Grup akan menggunakan hasil IPO untuk meningkatkan modal Thai AirAsia sebanyak 55% dengan membeli saham baru. Memungkinkan kami melipatgandakan armada penerbangan hingga dua kali lipat dalam lima tahun ke depan," tulis Thai AirAsia dalam keterangan persnya, dikutip AFP (23/5/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pimpinan Asia Aviation, Tassapon Bijleveld mengatakan langkah ini sangat penting karena akan menstabilkan status finansial Thai AirAsia dan membuka jalan menuju gol yang sudah direncanakan.

"Kami menargetkan pertumbuhan setidaknya 20-25% mulai 2011 yang ditunjang oleh armada penerbangan baru, rute penerbangan baru dan peningkatan frekuensi penerbangan di rute-rute potensial," kata Bijleveld.

AirAsia tumbuh pesat sejak pebisnis legendaris, Tony Fernandes membeli maskapai yang nyaris bangkrut ini di tahun 2001. Rute penerbangannya sudah menyebar di seluruh Asia dan mayoritas negara besar dunia. Maskapai yang berbasis di Malaysia ini memiliki anak perusahaan di Thailand, Indonesia dan Filipina.

Akhir 2010, AirAsia mengumumkan IPO anak perusahaan Thailand-nya ini akan digelar akhir 2011. Namun rencana ini harus ditunda, melihat kondisi pasar. Saat ini Thai AirAsia melayani penerbangan ke 30 bandara di Thailand dan luar negeri dan memiliki dua lusin pesawat Airbus A320.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads