Menurut Direktur LCGP Danny Boestami, penerbitan saham baru bernilai nominal Rp 100 per lembar. Setiap 10 saham lama berhak atas 26 Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD), dan kemudian bisa ditukar dengan saham baru dengan perbandingan 1:1. Terdapat pula 3 lembar waran yang diberikan kepada pemegang saham lama yang mengeksekusi rights issue LCGP.
"Sebanyak 10 saham lama berhak mengeksekusi 26 saham baru. Jika ini dieksekusi oleh pemilik saham lama itu maka akan dapat tambahan waran 3 lembar," katanya dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Kamis (23/5/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang perseroan dan Blue Sky telah menyepakati perjanjian strategis. Blue Sky siap menjadi pemegang saham LCGP yang telah berpengalaman pada bisnis migas. Akan terjadi skema pencatatan jalur belakang (backdoor listing) dalam rights issue perseroan.
"Jika publik pemilik saham kami mengeksekusi rights issue sesuai haknya, maka Blue Sky bisa memiliki 51% saham perseroan. Tapi jika publik tidak mengeksekusi maka kepemilikan Blue Sky bisa lebih besar," tuturnya Danny, tanpa menyebutkan presentase pastinya.
Komisaris LCGP, Effendi Situmorang menambahkan, format joint operating agreement diantara perseroan dengan Blue Sky adalah paling tepat. Ke depan, ladang migas milik Blue Sky khususnya pada lapangan H3 dan H5 akan berkapasitas produksi 2.000 barel per hari. Pada titik H5 bahkan ditargerkan kapasitas produksi akan meningkat hingga 2.500 barel per hari.
Lanjut Effendi, cadangan minyak yang ada pada dua lapangan mencapai 7,3 juta barel. Migas ini pun diprediksi masih bisa dieksploitasi hingga 2017. Pada 2012 produksi migas perseroan 650 barel perhari, dan kembali meningkat menjadi 4 ribu barel per hari satu tahun kemudian.
(wep/ang)











































