8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal

8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal

- detikFinance
Kamis, 24 Mei 2012 17:15 WIB
8 IPO Perusahaan Teknologi yang Gagal
Foto: CNBC
Jakarta -

Webvan

Perusahaan jasa pengantar barang belanjaan ini punya ide cemerlang dan berkembang pesat. Webvan menyebar hingga ke 8 kota hanya dalam 18 bulan. Kemudian mereka berencana ekspansi ke 26 kota lagi sepanjang pertengahan 1999 hingga 2001. Webvan juga sudah meminjam US$ 1 miliar untuk membeli gudang-gudang baru beberapa bulan menjelang IPO.

Kepercayaan diri Webvan menggenjot investor dan perusahaan berhasil meraup US$ 375 juta dari IPO di tahun 1999. Saham mereka sempat menyentuh US$ 30, tapi perusahaan tidak sanggup menarik perhatian pelanggan. Digabungkan dengan margin tipis dari bisnis barang belanjaan, saham Webvan akhirnya anjlok hingga hanya 6 sen per saham. Webvan akhirnya berhenti melantai di bursa pada 2001.

TheGlobe.com

Beberapa pihak berargumen kalau bubble teknologi dimulai sejak TheGlobe.com go public pada tahun 1998. Di hari pertamanya, saham media sosial terkemuka ini meroket 600%. Dilepas di harga US$ 9, perdagangan dimulai pada US$ 87 dan stabil di US$ 63,50.

Dengan kapitalisasi pasar US$ 842 juta, TheGlobe.com terlihat menjanjikan namun sayang tidak bisa mempertahankan pertumbuhan. Pada Agustus 2001 Nasdaq menghapus saham TheGlobe.com.

Setelah meluncurkan GloPhone, mereka berhasil bertahan hingga 2007. Namun mereka kemudian tersangkut gugatan hukum dan dinyatakan bersalah telah melanggar hukum anti spam. Sekarang TheGlobe.com hanya tinggal cangkang, nol operasi dan nol aset.

Pets.com

Di era internet pertama, Pets.com begitu populer. Banyak investor ingin menaruh uangnya di perusahaan ini melalui IPO yang dilaksanakan Februari 2000 silam. IPO ini disokong oleh Amazon.com dan menyumbangkan US$ 82,5 juta untuk Pets.com.

Namun 9 bulan kemudian, mereka bangkrut karena kerugian besar-besaran. Penyebabnya: iklan yang terlalu agresif dan perusahaan kehilangan uang virtual setiap sebuah barang terjual. Di triwulan ketiga 2000, Pets,com melaporkan margin kotor minus US$ 277,000 dan kehilangan US$ 21,7 juta dari pendapatan sebesar US$ 9,4 juta.

Lastminute.com

Situs travel berbasis di Inggris yang memiliki pembaca terbesar di AS ini merupakan salah satu perusahaan terbuka yang paling cepat kolaps. Kejadian ini sering disebut sebagai awal matinya era dot-com. Didirikan tahun 1998, Lastminute.com go public di Inggris bertepatan dengan mulainya bubble.

Sahamnya melonjak di hari pertama meski harga penawaran perdana berlipat ganda jadi 380 poundsterling di menit-menit terakhir penutupan. Lastminute.com sempat mengalami kenaikan 48% sebelum akhirnya stabil di 28% saat penutupan.

Hanya dalam 2 minggu, harga sahamnya anjlok. Sepanjang 2005, setelah dibeli Sabre Holdings perusahaan ini tidak pernah mencatatkan laba. Investor terpaksa menjual kembali sahamnya dengan harga 165 poundsterling per saham.

eToys

Peritel online yang diluncurkan pada 1997 ini berbeda dengan eToys.com yang ada sekarang. Disokong oleh Sequoia Capital, Highland Capital Partners dan Idealab, eToys melaksanakan IPO pada 1999 dan sukses besar. Sahamnya melonjak dari US$ 20 menjadi US$ 77 di hari pertama dan membuat perusahaan ini bernilai lebih dari US$ 8 miliar.

Namun eToys harus bersaing dengan Amazon, Wal-Mart dan raksasa retail lainnya yang membuat beban operasional mereka membengkak. Di Februari 2001, saham eToys 'terjun bebas' hingga tinggal US$ 1 per saham dan mereka mengajukan kebangkrutan.

Drkoop.com

Inilah situs informasi kesehatan pertama di AS dengan traffic hit mencapai 1,4 juta di Mei 1999. Ketika Drkoop.com IPO pada Juni 1999 dan berhasil meraup US$ 88.5 juta, semua orang sudah menduganya. Dalam sebulan, sahamnya mencapai US$ 45,75 dan menjalin kerjasama strategis dengan AOL.

Drkoop.com setuju membayar AOL US$ 89 juta selama empat tahun untuk membuatnya jadi penyedia konten kesehatan teratas di seluruh situs AOL. Namun bubble teknologi dan kehilangan jutaan dolar untuk menggaet pembaca menakutkan investor. Drkoop.com terpaksa harus dilikuidasi pada Desember 2001.

Kozmo

Masih ada beberapa warga metropolitan yang merindukan jasa pesan antar segalanya ini. Mulai dari makanan hingga tiket film, semua bisa diantar kurang dari 1 jam, tanpa pembelian minimum dan tip. Investor pribadi menyuntikkan US$ 280 juta untuk membantu Kozmo berkembang, sama sekali tidak meragukan potensi perusahaan ini ketika mereka IPO pada Maret 2000.

Pada masa itu, bubble teknologi dimulai dan menjegal rencana IPO-nya. Ditambah, Kozmo dituding melakukan cyber redlining pada area pengantarannya (menghindari lingkungan yang banyak dihuni warga kulit hitam), meskipun dibantah keras. April 2001, Kozmo keluar dari bursa.

FreeInternet.com

Masa-masa awal internet dial-up dikuasai oleh perusahaan-perusahaan yang mematok biaya bulanan untuk terhubung ke web. FreeInternet.com merupakan bagian dari gerakan yang mengubah paradigma tersebut dan terkenal dengan iklannya yang dibintangi oleh balita jago bicara, Baby Bob.

FreeInternet.com tumbuh menjadi penyedia jasa internet terbesar kelima di AS. Kemudian mereka berencana go public, tapi pengeluaraan ekstra boros menggiring perusahaan ini pada kebangkrutan di tahun 2000. IPO itu pun tinggal rencana.
Halaman 2 dari 9
(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads