Webvan
|
|
Kepercayaan diri Webvan menggenjot investor dan perusahaan berhasil meraup US$ 375 juta dari IPO di tahun 1999. Saham mereka sempat menyentuh US$ 30, tapi perusahaan tidak sanggup menarik perhatian pelanggan. Digabungkan dengan margin tipis dari bisnis barang belanjaan, saham Webvan akhirnya anjlok hingga hanya 6 sen per saham. Webvan akhirnya berhenti melantai di bursa pada 2001.
TheGlobe.com
|
|
Dengan kapitalisasi pasar US$ 842 juta, TheGlobe.com terlihat menjanjikan namun sayang tidak bisa mempertahankan pertumbuhan. Pada Agustus 2001 Nasdaq menghapus saham TheGlobe.com.
Setelah meluncurkan GloPhone, mereka berhasil bertahan hingga 2007. Namun mereka kemudian tersangkut gugatan hukum dan dinyatakan bersalah telah melanggar hukum anti spam. Sekarang TheGlobe.com hanya tinggal cangkang, nol operasi dan nol aset.
Pets.com
|
|
Namun 9 bulan kemudian, mereka bangkrut karena kerugian besar-besaran. Penyebabnya: iklan yang terlalu agresif dan perusahaan kehilangan uang virtual setiap sebuah barang terjual. Di triwulan ketiga 2000, Pets,com melaporkan margin kotor minus US$ 277,000 dan kehilangan US$ 21,7 juta dari pendapatan sebesar US$ 9,4 juta.
Lastminute.com
|
|
Sahamnya melonjak di hari pertama meski harga penawaran perdana berlipat ganda jadi 380 poundsterling di menit-menit terakhir penutupan. Lastminute.com sempat mengalami kenaikan 48% sebelum akhirnya stabil di 28% saat penutupan.
Hanya dalam 2 minggu, harga sahamnya anjlok. Sepanjang 2005, setelah dibeli Sabre Holdings perusahaan ini tidak pernah mencatatkan laba. Investor terpaksa menjual kembali sahamnya dengan harga 165 poundsterling per saham.
eToys
|
|
Namun eToys harus bersaing dengan Amazon, Wal-Mart dan raksasa retail lainnya yang membuat beban operasional mereka membengkak. Di Februari 2001, saham eToys 'terjun bebas' hingga tinggal US$ 1 per saham dan mereka mengajukan kebangkrutan.
Drkoop.com
|
|
Drkoop.com setuju membayar AOL US$ 89 juta selama empat tahun untuk membuatnya jadi penyedia konten kesehatan teratas di seluruh situs AOL. Namun bubble teknologi dan kehilangan jutaan dolar untuk menggaet pembaca menakutkan investor. Drkoop.com terpaksa harus dilikuidasi pada Desember 2001.
Kozmo
|
|
Pada masa itu, bubble teknologi dimulai dan menjegal rencana IPO-nya. Ditambah, Kozmo dituding melakukan cyber redlining pada area pengantarannya (menghindari lingkungan yang banyak dihuni warga kulit hitam), meskipun dibantah keras. April 2001, Kozmo keluar dari bursa.
FreeInternet.com
|
|
FreeInternet.com tumbuh menjadi penyedia jasa internet terbesar kelima di AS. Kemudian mereka berencana go public, tapi pengeluaraan ekstra boros menggiring perusahaan ini pada kebangkrutan di tahun 2000. IPO itu pun tinggal rencana.
Halaman 2 dari 9











































