Semen Gresik Buka Opsi Terbitkan Obligasi Rp 4,87 Triliun

Semen Gresik Buka Opsi Terbitkan Obligasi Rp 4,87 Triliun

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Jumat, 25 Mei 2012 15:19 WIB
Semen Gresik Buka Opsi Terbitkan Obligasi Rp 4,87 Triliun
Ilustrasi foto: Angga/detikFinance
Jakarta -

PT Semen Gresik Tbk (SMGR) tengah mengupayakan pinjaman atau instrumen pembiayaan lain termasuk penerbitan surat utang senilai Rp 4,87 triliun dalam rangka pembangunan dua pabrik baru di Jawa dan Sumatera. Sementara sisa dana investasi yang mencapai Rp 6,966 triliun diambil dari kas internal SMGR.

Berdasarkan keterangan tertulis perseroan yang dipublikasikan, Jumat (25/5/2012), pembangunan pabrik SGG-III di Sumatara mencapai Rp 3,249 triliun. Ini terdiri dari investasi peralatan Rp 1,805 triliun, konstruksi Rp 798,42 miliar dan fasilitas penunjang Rp 646,01 miliar.

Pabrik SGG-IV di Jawa akan menghabiskan dana Rp 3,717 triliun. Biaya peralatan Rp 1,726 triliun dengan dana kontruksi dan fasilitas penunjang masing-masing Rp 900,11 miliar dan Rp 1,09 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan memperhatikan cashflow perseroan pada saat pelaksanaan proyek, pembangunan dua pabrik baru ini direncanakan dibiayai dengan dana sendiri sekurang-kurangnya 30% dan sisanya dengan pinjaman dan atau instrumen pembiayaan lainnya," kata manajemen.

Pinjaman atau instrumen lain akan berjangka waktu 5-10 tahun. Selain pinjaman perbankan, perseroan juga membuka opsi penerbitan surat utang (obligasi).

Pabrik baru di Sumatera dan Jawa masing-masing berkapasitas tiga juta ton per tahun. Tujuan pembangunan dua pabrik baru dalah mempertahankan pangsa pasar, dan memaksimalkan keuntungan grup Semen Gresik.

Dua pabrik baru ini pula diharapkan mendukung penghematan biaya distribusi dan mempercepat pembangunan infrastruktur melalui MP3EI. Berdasarkan analisa perseroan, pabrik SGG-III akan menjangkau dan menambah pasokan di area pemasaran Aceh, Sumatara Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, Lampung, Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Sedangkan pabrik SGG-IV diharapkan memasok area pemasaran Jawa dan Jawa Barat bagian Timur.

"Kekurangan pasokan ke Daerah Istimewa Yogyakarta akan dipasok dari pabrik di Tuban. Dengan mengalokasikan penjualan dari pabrik baru SGG-IV ke area pemasaran Jawa dan Jawa Barat bagian Timur, akan terjadi penghematan biaya distribusi sehingga hal ini sejalan dengan tujuan perseroan untuk memaksimumkan keuntungan," tuturnya.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads