IHSG Kehilangan 9 Poin

Sesi I

IHSG Kehilangan 9 Poin

- detikFinance
Senin, 28 Mei 2012 12:13 WIB
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 9 poin di tengah sentimen negatif dari ketakutan krisis Eropa yang mulai berdampak pada perbankan di Spanyol.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar juga ikut terpengaruh sentimen negatif ini. Asing juga menarik aset-asetnya sehingga posisi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di level Rp 9.425 per dolar AS, atau melemah dibanding Jumat Rp 9.350 per dolar AS.

Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka berkurang 25 poin akibat situasi pasar global yang belum kondusif. Investor masih menanti kepastian soal kondisi krisis di Eropa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (28/5/2012), IHSG turun 9,019 poin (0,23%) ke level 3.893,489. Sementara Indeks LQ45 turun 1,387 poin (0,21%) ke level 656,489.

Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 74.350 kali pada volume 1,2 miliar saham senilai Rp 1,4 triliun. Sebanyak 69 saham naik, sisanya 143 saham turun, dan 75 saham stagnan.

Koreksi IHSG terdalam di Asia, sementara pasar saham di regional masih bergerak ke atas.

Berikut situasi di bursa-bursa Asia hingga siang hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai naik 1,17 poin (0,05%) ke level 2.334,72. 
  • Indeks Hang Seng naik 57,44 poin (0,31%) ke level 18.770,85. 
  • Indeks Nikkei 225 naik tipis 5,49 poin (0,06%) ke level 8.568,17. 
  • Indeks Straits Times naik 7,79 poin (0,28%) ke level 2.780,44. 
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya United Tractor (UNTR) naik Rp 200 ke Rp 24.100, Astra Internasional (ASII) naik Rp 200 ke Rp 66.050, Unilever (UNVR) naik Rp 150 ke Rp 21.200, dan Petrosea (PTRO) naik Rp 150 ke Rp 3.925.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 800 ke Rp 59.500, Dian Swastika (DSSA) turun Rp 800 ke Rp 13.000, Goodyear (GDYR) turun Rp 500 ke Rp 12.000, dan Mayora (MYOR) turun Rp 300 ke Rp 21.000.

(/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads