Nilai tukar rupiah terhadap dolar juga ikut terpengaruh sentimen negatif ini. Asing juga menarik aset-asetnya sehingga posisi rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berada di level Rp 9.425 per dolar AS, atau melemah dibanding Jumat Rp 9.350 per dolar AS.
Mengawali perdagangan pagi tadi, IHSG dibuka berkurang 25 poin akibat situasi pasar global yang belum kondusif. Investor masih menanti kepastian soal kondisi krisis di Eropa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 74.350 kali pada volume 1,2 miliar saham senilai Rp 1,4 triliun. Sebanyak 69 saham naik, sisanya 143 saham turun, dan 75 saham stagnan.
Koreksi IHSG terdalam di Asia, sementara pasar saham di regional masih bergerak ke atas.
Berikut situasi di bursa-bursa Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik 1,17 poin (0,05%) ke level 2.334,72.
- Indeks Hang Seng naik 57,44 poin (0,31%) ke level 18.770,85.
- Indeks Nikkei 225 naik tipis 5,49 poin (0,06%) ke level 8.568,17.
- Indeks Straits Times naik 7,79 poin (0,28%) ke level 2.780,44.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 800 ke Rp 59.500, Dian Swastika (DSSA) turun Rp 800 ke Rp 13.000, Goodyear (GDYR) turun Rp 500 ke Rp 12.000, dan Mayora (MYOR) turun Rp 300 ke Rp 21.000.
(/)
