Berdasarkan keterangan tertulis perseroan, Senin (28/5/2012), hasil penerbitan obligasi sekitar 65% sebagai pembayaran lisensi jaringan kepada pemerintah. Lisensi ini berupa biaya hak penggunaan izin pita spektrum frekuensi radio (IPSFR) penyelenggaran jaringan bergerak selular di frekuensi radio 800 mhz, 900 mhz, dan 1.800 mhz untuk periode 15 Desember 2012-14 Desember 2013.
Lisensi memiliki waktu 10 tahun dan dapat diperpanjang dalam rentan yang sama ke depan. "Pembayaran dilakukan per tahun yang besarannya ditentukan sesuai keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika," kata Indosat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masih ada sekitar 10% sebagai opsi beli atas obligasi eksisting di 2012 seri B senilai Rp 200 miliar. Obligasi perseroan mendapat peringkat idAA+ untuk obligasi konvensional dan syariah.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan suku ijarah, perseroan telah menunjuk sejumlah nama, diantaranya: PT Mandiri Sekuritas, PT DBS Vickers Securities Indonesia, PT HSBC Securities Indonesia, PT Danareksa Sekuritas, serta PT Standard Chartered Securities Indonesia.
Obligasi konvensional terbagi menjadi dua seri, masing-masing bertenor 7 dan 10 tahun. Tingkat bunga akan ditetapkan besok, Selasa (29/5/2012) dalam paparan publik. Obligasi dibayarkan setiap tiga bulan.
Jadwal penawaran awal dijadwalkan 29 Mei hingga 6 Juni. Kemudian tanggal efektif di 18 Juni dan masa penawaran umum di 20-22 Juni dengan perkiraan tanggal penjatahan pada 25 Juni. Periode distribusi dan pencatatan di BEI masing-masing pada 27 dan 28 Juni.
(wep/dnl)











































