Menurut Presiden Direktur Unilever Indonesia, Maurits Lalisang, perseroan sebelumnya telah membagikan dividen interim. Sehingga total dividen final mencaapai Rp 546 per lembar, atau setara Rp 4,2 triliun.
Ia mengaku, sepanjang 2011 adalah tahun yang baik bagi perseroan usai sebelumnya pasar konsumen relatif lemah. "Di 2011 ada peningkatan kepercayaan konsumen, khususnya kebangkitan kelas menengah," katanya di Jakarta, Selasa (9/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, perseroan yakin setiap tantangan akan dilewati. Ini ditunjukkan dengan kekuatan Unilever di pasar konsumen. Khususnya pada segmen Home & Personal Care.
"Kami tahun 2011 menginvestasi Rp 1,7 triliun untuk meningkatkan kapasitas produksi dan distribusi," paparnya. Perseroan pun bangga sepanjang 2010-2012 telah mengeluarkan dana sekitar 350 juta euro.
Sepanjang triwulan I-2012 perseroan mencatat pendapatan Rp 6,6 triliun naik dari periode sebelumnya 16,5%. Sedangkan laba per saham mencapai Rp 152 per lembar.
"Untuk itu menghadapi tahun 2012 kami yakin, meski ada isu perekonomian global dan melemahnya rupiah serta penurunan kepercayaan konsumen," tegasnya.
(wep/dnl)











































