Investor Wait and See, IHSG Berakhir Stagnan

Investor Wait and See, IHSG Berakhir Stagnan

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Rabu, 30 Mei 2012 16:08 WIB
Investor Wait and See, IHSG Berakhir Stagnan
Ilustrasi foto: Angga/detikFinance
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak datar setelah seharian menghabiskan waktu di zona merah. Indeks turun tipis 1 poin akibat aksi tunggu investor.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.500 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.440 per dolar AS.

Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG berkurang 9,677 poin (0,25%) ke level 3.909,388 terus melemah secara perlahan. Indeks pun meninggalkan level psikologis 3.900.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Indeks sempat jatuh ke posisi terendahnya hari ini di level 3.896,858 akibat aksi jual yang belum juga berhenti. Koreksi sempat berkurang namun tetap saja indeks gagal balik ke zona hijau.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menipis 8,276 poin (0,22%) ke level 3.910,789 akibat investor masih lakukan aksi tunggu terkait situasi Eropa. Indeks kesulitan untuk mencapai zona hijau.

Investor belum terlalu bersemangat dalam transaksi karena masih menunggu situasi di Uni Eropa membaik. Yunani sudah memberi sinyal tidak akan keluar dari Uni Eropa, namun hal tersebut belum bisa dipastikan.

Sentimen lain datang dari situasi perbankan Spanyol yang membutuhkan bantuan dari pemerintah. Padahal negara matador itu juga terkena imbal hasil yang tinggi untuk surat utangnya.

Aksi beli sempat membawa indeks ke zona hijau meski hanya sesaat, indeks sempat naik ke level 3.911,653 dan akhirnya jatuh lagi ke teritori negatif.

Menutup perdagangan, Rabu (29/5/2012), IHSG turun tipis 1,149 poin (0,03%) ke level 3.917,916. Sementara Indeks LQ45 melemah tipis 3,033 poin (0,45%) ke level 663,956.

Aksi jual asing pun mereda, hingga sore ini transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 116,439 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan hari ini berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 96.360 kali pada volume 6,56 juta lot saham senilai Rp 3,609 triliun. Sebanyak 60 saham naik, sisanya 211 saham turun, dan 80 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia masih kompak jatuh di zona merah, koreksinya makin sore makin dalam. Bursa saham Hong Kong memimpin koreksi di Asia.

Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:

  • Indeks Komposit Shanghai menipis 4,97 poin (0,21%) ke level 2.384,67.  
  • Indeks Hang Seng anjlok 365,24 poin (1,92%) ke level 18.690,22.  
  • Indeks Nikkei 225 turun 23,89 poin (0,28%) ke level 8.633,19.  
  • Indeks Straits Times melemah 12,27 poin (0,44%) ke level 2.789,58.  


Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Sucaco (SCCO) naik Rp 1.125 ke Rp 5.800, Astra Internasional (ASII) naik Rp 800 ke Rp 66.000, Indocement (INTP) naik Rp 600 ke Rp 18.000, dan Indosprings (INDS) naik Rp 550 ke Rp 6.050.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.650 ke Rp 58.500, Mayora (MYOR) turun Rp 1.100 ke Rp 20.000, Adira Finance (ADMF) turun Rp 1.000 ke Rp 11.000, dan Indomobil (IMAS) turun Rp 800 ke Rp 16.950.

(ang/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads