Direktur Utama Antam, Alwinsyah Lubis mengatakan, dengan izin baru ini Antam tidak merubah target volume penjualan bijih nikel dan bauksit di tahun 2012.
"Antam telah memperoleh surat persetujuan ekspor yang menetapkan kuota sebesar 2,275 juta wmt untuk tiga bulan ke depan dan surat persetujuan ekspor selanjutnya akan diberikan setiap 3 (tiga) bulan sekali," jelas Alwinsyah dalam siaran pers, Rabu (30/5/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk bijih bauksit, Antam telah memperoleh izin ekspor lanjutan sebesar 50.000 wmt untuk 3 bulan ke depan ke konsumen di Jepang dan China.
Terkait dengan pengenaan bea keluar ekspor bijih sebesar 20%, beberapa konsumen bijih nikel Antam telah menyatakan kesediaannya untuk menanggung beban bea keluar tersebut, namun Antam juga masih melakukan negosiasi dengan beberapa konsumen lain untuk dapat menanggung seluruh beban bea tersebut.
(dnl/hen)











































