Dolar AS semakin perkasa. Hal ini terbukti dari nilai tukar rupiah yang semakin melemah terhadap dolar AS yang sempat menyentuh level Rp 9.615. Bank Indonesia (BI) selaku otoritas moneter menegaskan tetap berada di pasar untuk menjaga tingkat kestablian rupiah.
"Sentimen negatif dari situasi eropa masih berlanjut sehingga mengakibatkan melemahnya nilai tukar diberbagai negara termasuk rupiah. BI akan terus berada di pasar untuk menambah likuiditas dolar," ungkap Deputi Gubernur BI, Hartadi Sarwono kepada detikFinance, Kamis (31/5/2012).
Dijelaskan Hartadi, BI juga akan berupaya untuk memfasilitasi agar pemilik dolar (eksportir) melepas dolarnya ke pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rupiah dibuka di level Rp 9.595/US$ dan sempat tembus level tertingginya yakni Rp 9.615/US$. (dru/dnl)











































