Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.430 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.425 per dolar AS.
Membuka perdagangan hari ini, IHSG turun 38,61 poin (0,99%) ke level 3879,265. Pergerakan IHSG terus di jalur merah dan menjauhi level 3.900.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepanjang hari, IHSG terus bergerak di jalur merah mengikuti pergerakan indeks-indeks regional yang juga memerah karena sentimen krisis Eropa terus menyelimuti. Tekanan sentimen negatif dari krisis di Eropa masih membuat bursa-bursa global dan regional ambruk pada hari ini.
Menutup perdagangan, Kamis (31/5/2012), IHSG tergerus 85,092 poin (2,17%) ke level 3.832,824. Sementara Indeks LQ45 turun tipis 18,262 poin (2,75%) ke level 645,694.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 141.650 kali pada volume 5,3 miliar lembar saham senilai Rp 7,9 triliun. Sebanyak 52 saham naik, sisanya 227 saham turun, dan 47 saham stagnan.
Bursa-bursa di Asia masih kompak jatuh di zona merah, koreksinya makin sore makin dalam. Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di regional sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai turun 12,43 poin (0,52%) ke level 2.372,23.Â
- Indeks Hang Seng turun 60,7 poin (0,32%) ke level 18.629,52.Â
- Indeks Nikkei 225 turun 90,46 poin (1,5%) ke level 8.542,73.Â
- Indeks Straits Times melemah 8,19 poin (0,29%) ke level 2.775,52.Â
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 4.400 ke Rp 54.100, Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.700 ke Rp 64.300, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 950 ke Rp 15.000, dan Indomobil (IMAS) turun Rp 900 ke Rp 16.050.
(dnl/dnl)











































