Hal ini disampaikan Direktur Keuangan Mahaka, Rudi S Laksmana usai paparan publik di Hotel Gran Mahakam, Jakarta Kamis (31/5/2012).
"Ada rencana kuasi. Saat ini sedang diskusi dengan akuntan dan legal untuk menghapus rugi ditahan selama ini," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rugi ditahan Rp 24 miliar. (Kuasi) ini supaya tahun depan mulai dari nol lagi," tambahnya.
Atas beban rugi ditahan inilah, yang menjadi salah satu penyebab perseroan belum juga membagikan dividen di tahun buku 2011. Padahal Mahaka mengalami pertumbuhan bisnis yang baik dengan mencatat kenaikan laba lebih dari Rp 2,4 miliar menjadi Rp 4 miliar.
"Kita sudah ingin ada dividen namun karena rugi ditahan itu, jadi belum bisa. Jadi penggunaan laba di tahan untuk modal kerja," ucap Rudi.
Pada bagian lain Rudi menuturkan, siap membelanjakan maksimal Rp 20 miliar guna mengembangkan bisnis media baik cetak maupun elektronik. Seluruh belanja modal ini didapat dari pinjaman perbankan.
Satu bank BUMN sudah berkomitmen untuk memberi pinjaman kepada Mahaka. Dijadwalkan pinjaman akan cair pada bulan Juli 2012.
Tahun ini pula, perseroan berencana menambah 10 LED Screen baru yang menjadi bagian bisnis advertising luar ruang. Investasi satu unit LED mencapai Rp 2 miliar. Penambahan ini akan melengkapi enam LED yang sudah lebih dulu terpasang.
(wep/dru)











































