Hal ini terlihat dalam statistik Reksa Dana Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), seperti dikutip detikFinance, Minggu (3/6/2012).
NAB reksa dana sepanjang Mei mengalami penurunan Rp 4,557 triliun. Namun penurunan tidak terjadi pada jumlah unit reksa dana. Sepanjang Mei jumlah unit justru meningkat dari 103,71 miliar menjadi Rp 104,389 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bapepam-LK menyampaikan, Data yang ditampilkan berasal dari pelaporan Reksa Dana yang disampaikan oleh Bank Kustodian dan terpublikasi tiap akhir bulan.
Namun secara keseluruhan ia yakin NAB reksa dana akan terus tumbuh hingga akhir 2012. Pertumbuhan akan mencapai 20% dengan catatan jika kondisi krisis Eropa membaik, sehingga pundi-pundi dana investasi jenis ini bertambah tebal.
"Indonesia bagus, namun harus lihat juga Eropa. Karena Eropa punya peran akan naik turunnya indeks. Kalau (krisis) Eropa berjalan soft maka hasilnya baik. Untuk dana kelolaan, kalau Eropa seperti yang diharapkan maka akan tumbuh 15%-20%," tegas Ketua Umum Asosiasi Pengelola Reksadana Indonesia (APRDI), Abiprayadi Riyanto.
(wep/hen)











































