Bayang-bayang Krisis Eropa Bikin IHSG Rontok 8,32%

Bayang-bayang Krisis Eropa Bikin IHSG Rontok 8,32%

- detikFinance
Minggu, 03 Jun 2012 13:27 WIB
Bayang-bayang Krisis Eropa Bikin IHSG Rontok 8,32%
Jakarta - Kinerja pasar saham kembali dalam tekanan. Sepanjang pekan terakhir bulan Mei, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah menipis 1,46% akibat sentimen krisis Eropa yang belum juga usai hingga berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah.

Bahkan sepanjang bulan Mei, indeks sudah jatuh 8,32%. Atas dasar tersebut investor harus hati-hati dalam melangkah memasuki periode Juni ini.

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti dihimpun detikFinance, Minggu (3/6/2012), awal Mei IHSG masih bertenggar pada level 4.182,77. Tren pelemahan mulai terasa karena kekhawatiran krisis utang Spanyol dan pelemahan data ekonomi Amerika Serikat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Memasuki pekan kedua Mei, indeks semakin melemah 0,95% ke level 4.176,916 jelang pembukaan perdagangan 7 Mei. Aksi ambil untuk dilakukan investor.

Tanda-tanda penguatan IHSG sempat terlihat pada pekan ketiga. Dimana indeks naik tipis 0,01% ke posisi 4.114,569. Namun laju positif ini tidak cukup kuat dan indeks kembali masuk zona merah. Nyaris posisi IHSG terkapar di level 4.100-an sepanjang perdagangan 14 Mei.

Tren zona merah semakin lengkap memasuki pekan terakhir bulan Mei. Pada awal perdagangan 28 Mei lalu indeks meninggalkan level idealnya di 4.000. IHSG turun 45,72 poin (1,17%) ke level 3.856,15. Pelemahan di awal perdagangam 28 Mei ini melanjutkan kejatuhan indeks akhir pekan sebelumnya yang mencapai 82,265 poin (2,07%).

Akhirnya pada penutupan perdagangan 1 Juni kemarin, indeks harus rela ke posisi 3.799,766. Pada Jumat lalu, IHSG turun 33,058 poin (0,87%) dan terjadi aksi penjualan bersih Rp 693,417 miliar di seluruh pasar.

Investor asing masih getol melarikan dananya keluar dari lantai bursa. Sepanjang bulan Mei lalu, dana asing yang sudah dibawa keluar mencapai Rp 7 triliun.

"Pergerakan IHSG month-to-date per Mei 2012 memang terkoreksi -8,32%. Sedangkan year-to-date masih tumbuh tipis 0,28%," jelas Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Nurhaida kepada detikFinance.

E-trading Securities dalam analisanya, menerangkan support weekly IHSG di 3,838 belum dapat dikatakan tertembus, melihat IHSG tadi sempat menyentuh level 3,841.

"Oleh karenanya dibutuhkan dua sampai tiga candle lagi untuk menkonfirmasikan apakah support weekly-nya telah terlewati. MACD dan Stochastic terlihat sudah memberikan sinyal overbought," tulis E-trading.


(wep/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads