Pelemahan IHSG Tak Seberat Agustus 2011

Pelemahan IHSG Tak Seberat Agustus 2011

- detikFinance
Minggu, 03 Jun 2012 15:41 WIB
Jakarta - Sentimen negatif krisis utang Eropa menjadikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkapar. Sepanjang Mei, indeks jatuh sangat dalam 8,32%. Nyaris setiap pekan tren ini terjadi.

Pada pekan terakhirnya indeks ditutup melemah 1,46% ke level 3.799,766. Akankah aksi jual investor ini terus terjadi?

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Ito Warsito mengatakan, memang investor khususnya asing terus melakukan aksi jual. Namun nilai jual bersih (net sell) kali ini masih lebih rendah dibandingkan kejatuhan IHSG pertengahan tahun 2011 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mei ini paling sekitar Rp 7 triliun net sell. Sementara Agustus 2011 sekitar Rp 8,5 triliun. Kondisi Agustus 2011 lebih berat," kata Ito dalam keterangannya, Minggu (3/6/2012).

Ito yakin kondisi ini segera membaik. Periode Mei memang suram bagi IHSG dengan faktor terbesar adalah volatilitas pasar valas. "Ini sebetulnya fenomena yang sifatnya jangka pendek sekali. Indeks turun banyak dan asing net sell," tuturnya.

Ia berharap, seluruh investor tenang dan bijak dalam menghadapi pelemahan pasar saham. Valuasi saat kini cukup murah, dan sangat tepat melakukan investasi, sekarang!

"Orang lain murah kok was-was. Fenomena asing keluar itu cuma short term. Seperti Agustus keluar, September 2011 sudah net buy (investor asing melakukan pembelian bersih)," ucap Ito.

Khusus bagi investor domestik, kini menjadi saat yang tepat 'berbelanja'. Jangan cuma menjadi pengikut investor asing.

Berdasarkan catatan Ito, aktivitas perdagangan investor domestik kini menurun dari 65% di 2011 menjadi 58% (Mei 2012).

"Mungkin karena karakter follower itu. Banyak yang jualan, nggak mau beli lagi. Jarang investor domestik masuk pasar sekarang. Mestinya justru masuk. Jangan nunggu, nanti ketinggalan. Harga keburu tinggi," kata Ito.

"Harus berani melawan pasar. Kan jargonnya, jual waktu investor asing lagi ngumpulin dan beli saat mereka lagi panik," tegasnya.


(wep/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads