Obligasi tahap I terdiri dari dua seri. Seri A berjangka waktu 5 tahun dengan kupon 8,25%-9,25%.
"Untuk Seri B dengan jangka waktu 7 tahun dengan kupon 8,5-9,5%," kata Director Head of Investment Banking PT Indo Premiere Securities, Rayendra L, Tobing di Jakarta, Senin (4/6/2012).
Indo Premiere bersama PT OSK Nusadana Securities Indonesia, dan PT Sinarmas Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi SMAR.
Menurutnya, penawaran dilakukan kepada seluruh investor baik dari dalam atau luar negeri. "Kami interest jika ada investor dari luar negeri, tetapi kami juga ingin partisipasi lebih banyak dari investor lokal," katanya.
Obligasi seri A akan jatuh tempo pada 3 Juli 2017. Sedangkan seri B jatuh tempo di 3 Juli 2019.
Sebanyak 60% dana hasil penerbitan obligasi itu akan digunakan untuk investasi, yaitu untuk penambahan refinery sebesar 2.000 ton per hari, penambahan fasilitas kernel crushing plant sebesar 1.200 ton per hari, penambahan liquid jetty serta pembangunan fasilitas dermaga.
40% sisanya, akan digunakan untuk modal kerja salah satunya pembayaran pengadaan bahan baku berupa pembelian minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO).
Masa penawaran awal obligasi ini akan dilakukan pada 4-18 Juni, dengan tanggal penjatahan 2 Juli. Surat utang anak usaha Grup Sinarmas ini akan dicatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 Juli.
(wep/ang)











































