Sinyal-sinyal melambatnya perekonomian dunia membuat investor khawatir dan meninggalkan aset-aset berisiko seperti saham dan komoditas. Untungnya pasar saham hanya berakhir flat setelah sebelumnya terjun bebas akhir pekan lalu.
Gara-gara koreksi akhir pekan lalu itu, menghilangkan 2% penguatan Dow Jones sejak awal tahun ini. Sementara S&P 500 kini hanya naik 1,6% sepanjang tahun ini atau sudah kehilangan lebih dari 10% dari titik tertingginya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia memperkirakan dalam beberapa hari ke depan perdagangan masih akan sepi kecuali ada berita positif yang bisa menggerakan pasar. Data manufaktur AS yang dirilis kemarin menunjukkan koreksi 0,6% di bulan April, penurunan keempatnya secara berturut-turut.
Sektor finansial di S&P, yang paling sering terkena imbas krisis utang Eropa, melemah 1% dibuntuti oleh sektor industrial yang mengalami koreksi yang sama. Akan tetapi Nasdaq berhasil naik tipis karena saham Amazon.
Pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat, Indeks Dow Jones menipis 17,11 poin (0,14%) ke level 12.101,46. Indeks Standard & Poor's 500 naik tipis 0,14 poin (0,01%) ke level 1.278,18. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 12,53 poin (0,46%) ke level 2.760,01.
(ang/ang)











































