Menutup perdagangan awal pekan, Senin (4/6/2012), IHSG jatuh 145,184 poin (3,83%) ke level 3.654,582. Sementara Indeks LQ45 ambles 25,711 poin (4,01%) ke level 615,717.
Wall Street berakhir flat meski dibayang-bayangi oleh krisis utang Uni Eropa. Banyak investor lari ke instrumen investasi yang lebih aman, seperti surat utang pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks sudah masuk area jenuh jual alias oversold, namun belum ada sentimen positif yang bisa mengangkat ke zona hijau. Krisis Eropa masih menentukan arah perdagangan.
Pergerakan bursa Asia pagi ini:
- Indeks Nikkei 225 naik 28,07 poin (0,34%) ke level 8.323,70. Â
- Indeks KOSPI menguat 15,84 poin (0,89%) ke level 1.798,97. Â
Rekomendasi saham hari ini:
eTrading Securities
Secara teknikal, IHSG kembali mengalami penurunan dengan support terdekatnya saat ini berada di level 3,618. MACD semakin turun tajam, stochastic yang sudah sempat menjauhi area oversold kembali memasuki teritori oversold cenderung ke bawah. ADX tampak trend melemah, RMO telah memasuki teritori negative, dan CCI juga memberikan sinyal negative.
Kendati demikian, penurunan kemarin masih dibawah rata-rata volume 60 hari dan perdagangan hari ini banyak saham yang melakukan open gap yang merupakan ciri-ciri menjelang teknikal rebound. Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak di kisaran 3,618-3,730 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. ANTM, BBRI, BKSL, BUMI dan PTBA dengan melakukan trading jangka pendek.
Panin Sekuritas
IHSG kemarin kembali anjlok mengikuti gerak bursa regional yang merah akibat tekanan krisis Eropa. Aliran dana asing dan gejolak nilai tukar rupiah ditenggarai menjadi penyebab anjloknya indeks hingga -3,8%. Disisi lain kami melihat ruang penurunan indeks akan relatif terbatas hari ini. Kami juga melihat pergerakan indeks juga masih dibayangi oleh issue dari Eropa serta kekhawatiran akan dampak dari pembatasan uang muka properti dan otomotif. Kisaran support-resistance 3.550-3.710.
(ang/ang)











































