Pada perdagangan Senin waktu setempat, saham Facebook sempat menyentuh posisi terendah di US$ 26,44 per lembar, 30% di bawah harga IPO US$ 38 per saham. Sahamnya ditutup di level US$ 26,9 per lembar.
"Sulit sekali untuk berspekulasi jika Anda punya saham Facebook saat ini," kata Analis dari Bernstein Research, Carlos Kirjner, dalam laporannya yang dikutip AFP, Selasa (5/6/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, melambatnya jumlah pengguna baru Facebook tahun ini diperkirakan akan menahan laju harga sahamnya. Tak hanya Kirjner, analis lain juga memprediksi hal yang sama.
"Ada banyak tanda-tanda kalau saham Facebook akan menjadi instrumen investasi yang buruk," kata Oliver Pursche, Direktur Utama Gary Goldberg Financial Services di New York.
"Kami minta investor untuk menghindari saham ini karena kami belum tahun nilai (Facebook) yang sebenarnya," tambahnya.
Raksasa jejaring sosial itu menjual saham perdananya 18 Mei lalu dan berhasil meraup US$ 16 miliar, menjadikannya IPO teknologi terbesar sepanjang masa.
Sayangnya, saham Facebook tidak pernah jauh-jauh dari harga IPO US$ 38 per lembar di hari pertamanya. Selanjutnya, saham Facebook malah terus-terusan melemah sampai perdagangan kemarin.
(ang/dnl)











































