Meski menurun, ia yakin kinerja IHSG akan membaik karena format investasi Indonesia adalah jangka panjang. Hal ini disampaikan Nurhaida di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (5/6/2012).
"Melihat penurunan indeks, kita tunggu saja perkembangan selanjutnya. Market yang turun di kita (Indonesia), sejalan dengan global," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski indeks menurun, referensi harga saham-saham di Indonesia masih lebih baik dibandingkan negara lain. "Kalau kita long term horizon, misalnya sejak krisis 2008 return di kita paling tinggi. Jadi tidak berarti kalau kita mengatakan tidak perlua diperhatikan. Tetapi kita pantau, dan tidak juga berarti kondisi kita paling parah," papar Nurhaida.
Diketahui sepanjang pekan terakhir bulan Mei, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah menipis 1,46%. Kondisi ini terus berlanjut pada perdagangan Senin (4/6/2012) ini, dimana indeks melemah 75,200 poin (1,98%) ke level 3.724,566. Namun pada pembukaan hari ini, penguatan kembali terjadi karena sudah berada di level terendah.
Pada perdagangan preopening, IHSG menanjak 42,387 poin (1,16%) ke level 3.696,969. Pada pukul 9.35 waktu JATS, IHSG belum berhenti menanjak, melompat 68,891 poin (1,89%) ke level 3.721,598.
Hingga perdagangan pukul 11.30, indeks ada di posisi 3.723,494 atau naik 68,911 poin (1,89%).
(wep/ang)











































