Membuka perdagangan, IHSG bertambah 21,356 poin (0,57%) ke level 3.739,232. Aksi beli di saham-saham yang masih murah terus berlanjut.
Perburuan saham-saham murah berhasil mengangkat IHSG cukup tinggi dan menjadi yang paling moncer di Asia. Posisi tertinggi yang berhasil diraih indeks hari ini di level
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham unggulan dan lapis dua masih menjadi incaran investor karena harganya yang masih murah. Saham-saham tersebut sebelumnya sudah terpangkas cukup dalam di beberapa perdagangan terakhir.
Seluruh indeks sektoral di lantai bursa kompak menguat, dipimpin indeks sektor aneka industri yang berhasil melompat hingga lebih dari 4%.
Investor asing tak sejalan dengan pemodal domestik yang makin getol memasukan dananya ke pasar modal. Asing masih memilih untuk keluar sejenak dengan melepas saham.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 87.645 kali pada volume 4,374 juta lot saham senilai Rp 2,124 triliun. Sebanyak 242 saham naik, sisanya 35 saham turun, dan 43 saham stagnan.
Bursa-bursa di regional yang pagi tadi kompak menguat kini bergerak mixed setelah pasar saham China jatuh ke zona merah. Tapi penguatan pasar saham lainnya masih cukup signifikan.
Berikut kondisi bursa-bursa di Asia hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 5,55 poin (0,24%) ke level 2.306,37. Â
- Indeks Hang Seng menanjak 198,91 poin (1,09%) ke level 18.457,94.
- Indeks Nikkei 225 melonjak 137,13 poin (1,64%) ke level 8.519,13. Â
- Indeks Straits Times bertambah 28,41 poin (1,05%) ke level 2.740,72. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.700 ke Rp 56.100, United Tractor (UNTR) naik Rp 1.450 ke Rp 23.300, Astra Agro (AALI) naik Rp 1.350 ke Rp 21.350, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 1.200 ke Rp 31.700.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Telkom (TLKM) turun Rp 200 ke Rp 7.500, Bayan (BYAN) turun Rp 150 ke Rp 12.300, Inovisi (INVS) turun Rp 100 ke Rp 5.200, dan Modern Realty (MDRN) turun Rp 100 ke Rp 2.800.
(ang/dru)











































