Emisi Obligasi Tembus Target BEI, Capai Rp 45 Triliun

Emisi Obligasi Tembus Target BEI, Capai Rp 45 Triliun

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Kamis, 07 Jun 2012 14:19 WIB
Emisi Obligasi Tembus Target BEI, Capai Rp 45 Triliun
Jakarta - Pasar obligasi tahun 2012 dipercaya akan menembus total nilai penerbitan baru Rp 45 triliun. Ini bahkan menembus target yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Untuk obligasi yang tercatat Rp 24 triliun. Yang ada di pipeline Rp 22 triliun. Sampai saat ini jalan Rp 45 triliun. Ini jadi satu record tersendiri. Sudah over," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Eddy Sugito, di kantornya, Kamis (7/6/2012).

Diketahui, tahun 2012 banyak korporasi yang menerbitkan surat utang. Mereka rata-rata melakukan refinancing utang, ataupun utang baru dalam rangka ekspansi usaha.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang baru saja memulai penawaran obligasi diantaranya, PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) senilai Rp 1,5 triliun. Perseroan membutuhkan banyak modal untuk pengembangan lahan di Serpong.

Anak usaha grup Sinar Mas, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) juga menerbitkan bonds senilai Rp 1 triliun. Dana lebih banyak digunakan untuk penambahan refinery sebesar 2.000 ton per hari, penambahan fasilitas kernel crushing plant sebesar 1.200 ton per hari, penambahan liquid jetty serta pembangunan fasilitas dermaga.

Korporasi lain menerbitkan obligasi diantaranya, PT Indosat Tbk (ISAT) dengan total nilai Rp 2,5 triliun, PT Bank Permata Tbk (BNLI) yang menawarkan obligasi subordinasi tahap I Rp 700 miliar.

PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) juga tengah menyiapkan surat utang berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) dengan nilai yang belum ditentukan. Masih terdapat pula, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang menerbitkan bonds Rp 2 triliun untuk refinancing utang serta Bank Tabungan Negara, senilai Rp 2 triliun.

Hari ini PT Adhi Karya Tbk (ADHI) juga memulai penawaran bonds senilai Rp 625 miliar dan sukuk Mudharabah berkelanjutan I ADHI tahap I dengan jumlah pokok Rp 125 miliar. Perseroan menawarkan bunga 9-10,5%.

Obligasi konvensional, Seri A dengan Rp 375 miliar berjangka waktu lima tahun dengan bunga sebesar 9-10% per tahun. Seri B sebanyak Rp 250 miliar berjangka waktu tujuh tahun dengan tingkat bunga tetap sebesar 9,5-10,5% per tahun.

Untuk instrumen Sukuk Mudharabah Berkelanjutan I ADHI tahap I yang ditawarkan dengan indikasi imbal hasil sebesar 9%-10% yang berjangka waktu lima tahun.

(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads