Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 9 poin di tengah perdagangan yang sepi. Investor belum terlalu bersemangat karena minim sentimen positif.
Membuka perdagangan akhir pekan, IHSG berkurang 19,245 poin (0,51%) ke level 3.821,351 mengikuti tren negatif pasar regional. Sentimen negatif datang dari AS yang belum berencana memberikan stimulus ke pertumbuhan ekonomi.
Aksi jual masih terjadi membuat indeks sempat jatuh ke posisi terendahnya hari ini di 3.813,563. Tapi aksi jual tak segencar perdagangan sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor masih melakukan aksi ambil untung memanfaatkan penguatan indeks sejak awal pekan ini. Saham-saham unggulan dan lapis dua masih jadi bulan-bulanan investor.
Investor asing juga masih belum terlalu bersemangat untuk bertransaksi. Hingga siang ini transaksi asing masih tipis dengan melakukan pembelian bersih.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 47.130 kali pada volume 2,375 juta lot saham senilai Rp 946,729 miliar. Sebanyak 79 saham naik, sisanya 137 saham turun, dan 77 saham stagnan.
Pasar-pasar saham Asia rata-rata masih terjebak di zona merah akibat aksi ambil untung. Hanya bursa saham China yang berhasil menguat tipis.
Berikut kondisi bursa-bursa di regional hingga siang hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 3,11 poin (0,14%) ke level 2.296,24.
- Indeks Hang Seng melemah 76,53 poin (0,41%) ke level 18.601,76.
- Indeks Nikkei 225 anjlok 178,58 poin (2,07%) ke level 8.461,14.
- Indeks Straits Times turun 15,44 poin (0,56%) ke level 2.743,82.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Unilever (UNVR) naik Rp 800 ke Rp 22.700, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 750 ke Rp 57.000, Surya Essa (ESSA) naik Rp 170 ke Rp 2.050, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 150 ke Rp 23.600.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 700 ke Rp 6.550, Mayora (MYOR) turun Rp 250 ke Rp 20.750, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 200 ke Rp 33.250, dan Multi Prima (LPIN) turun Rp 175 ke Rp 2.800.
