Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.485 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di posisi Rp 9.360 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG berkurang 19,245 poin (0,51%) ke level 3.821,351 mengikuti tren negatif pasar regional. Sentimen negatif datang dari AS yang belum berencana memberikan stimulus ke pertumbuhan ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG menipis 9,422 poin (0,25%) ke level 3.831,174 di tengah perdagangan yang sepi. Investor belum terlalu bersemangat karena minim sentimen positif.
Investor masih melakukan aksi ambil untung memanfaatkan penguatan indeks sejak awal pekan ini. Saham-saham unggulan dan lapis dua masih jadi bulan-bulanan investor.
Menutup perdagangan akhir pekan, Jumat (8/6/2012), IHSG turun 15,268 poin (0,40%) ke level 3.825,328. Sementara Indeks LQ45 melemah 1,329 poin (0,21%) ke level 651,787.
Saham-saham konsumer menjadi penopang jatuhnya bursa dengan berhasil menguat 2,42%, dibuntuti saham-saham manufaktur. Indeks sektoral lainnya melemah dengan koreksi yang signifikan.
Investor asing secara perlahan mulai mengkoleksi saham lagi. Hingga sore ini transaksi asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 138,654 miliar di seluruh pasar.
Perdagangan hari ini berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 82.664 kali pada volume 4,485 juta lot saham senilai Rp 2,2 triliun. Sebanyak 82 saham naik, sisanya 179 saham turun, dan 83 saham stagnan.
Bursa-bursa di regional akhirnya kompak jatuh di zona merah menutup perdagangan akhir pekan. Bursa saham Jepang masih memimpin pelemahan hari ini dengan koreksi lebih dari 2%.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia hingga sore hari ini:
- Indeks Komposit Shanghai melemah 11,68 poin (0,51%) ke level 2.281,45. Â
- Indeks Hang Seng anjlok 175,95 poin (0,94%) ke level 18.502,34. Â
- Indeks Nikkei 225 jatuh 180,46 poin (2,09%) ke level 8.459,26. Â
- Indeks Straits Times turun 17,21 poin (0,62%) ke level 2.742,05. Â
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 6.000 ke Rp 189.000, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 2.400 ke Rp 58.650, Unilever (UNVR) naik Rp 1.000 ke Rp 22.900, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 450 ke Rp 21.850.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 700 ke Rp 6.550, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 450 ke Rp 50.000, Asahimas (AMFG) turun Rp 350 ke Rp 5.350, dan Asuransi Ramayana (ASRM) turun Rp 280 ke Rp 1.500.
(/)











































