Pegang Saham Garuda, Chairul Tanjung Belum Terlibat di Manajemen

Laporan dari Beijing

Pegang Saham Garuda, Chairul Tanjung Belum Terlibat di Manajemen

Nograhany Widhi Koesumawardani - detikFinance
Selasa, 12 Jun 2012 09:54 WIB
Pegang Saham Garuda, Chairul Tanjung Belum Terlibat di Manajemen
Beijing -

Pemilik sekaligus Chairman CT Corp Chairul Tanjung sudah memiliki 10,9% saham Garuda Indonesia. Namun hingga kini, belum ada keterlibatan Chairul Tanjung di Garuda.

"Involvement tidak ada. Dari grup juga belum ada yang masuk," jawab Direktur Utama Garuda Indonesia, Emirsyah Satar saat ditanya tentang keterlibatan Chairul Tanjung dalam manajemen Garuda.

Hal itu dikatakan Emir saat berbincang dengan wartawan di lobby China World Hotel, Beijing, China pada Senin (11/6/2012) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika ditanya apakah dengan masuknya Chairul Tanjung, berpengaruh pada rencana strategis Garuda, Emir menjawab, "Harus kita ingat, Garuda itu perlu berkembang terus. Untuk berkembang itu butuh modal dan pendanaan. Dan itu bisa dilakukan dengan berbagai cara".

Selain dengan penjualan saham, juga dengan mengeluarkan bonds dengan aliansi strategis seperti lessor, atau mengeluarkan right issue untuk memperkuat permodalan.

Seperti diketahui, Broker Credit Suisse Securities Indonesia (CS) memfasilitasi pembelian saham Garuda Indonesia oleh Chairul Tanjung Rp 1,53 triliun. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), transaksi dilakukan sebanyak empat kali di pasar negosiasi pada harga Rp 620 per lembar.

Sekuritas lain yang menjadi pihak penjual adalah Mandiri Sekuritas (CC), Danareksa Sekuritas (OD), dan Bahana Securities (DX). Total saham yang dibeli sebanyak 4.933.931 lot atau setara 2.466.965.500 lembar. Jumlah saham yang dibeli CT sebanyak 10,9%.

Sebanyak 800.000 lot dibeli dari Mandiri Sekuritas, 1.997.226 lot dari Danareksa Sekuritas dan sebanyak 2.136.705 dari Bahana Securities.

Ketiga sekuritas pelat merah itu terpaksa menyerap saham perdana Garuda yang tidak terserap investor sejak IPO hingga sekarang ini. Laporan keuangan ketiganya terbebani karena selain sahamnya tidak laku, harganya pun terus 'tiarap' di pasar. Akhirnya tiga sekuritas ini bisa bernafas lega karena saham Garuda laku terjual.

(nwk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads