"Kita sedang finalizing business plan. Kita sedang cari timing ya, bisa 2014, 2015," jelas Direktur Teknik Garuda, Batara Silaban saat berbincang dengan wartawan di lobi China World Hotel, Beijing, China, Senin (11/6/2012) malam.
Batara menambahkan, selain Airbus 330 Freighter, Garuda juga mengkaji pesawat berbadan lebar lainnya seperti Boeing 777 Freighter agar dapat mengangkut kargo skala besar. Selama ini, belum ada pesawat Garuda yang khusus diperuntukkan mengangkut kargo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat yang sama, Direktur Utama Garuda, Emirsyah Satar menjelaskan mengenai pesawat Bombardier CRJ 100 sebanyak 18 unit yang baru dibeli Garuda adalah untuk menggantikan pesawat Boeing 737-500 milik Garuda yang melayani penerbangan ke Makassar.
"Selain itu (Bombardier) untuk hub-hub ke Medan, Balikpapan, Bali, Biak. Yang Boeing, karena itu milik kita ya bisa kita jual atau kemanain," jelas Emir.
(nwk/ang)











































