Minat Airbus 330 Freighter Kargo, Garuda Bidik Omzet Rp 6,1 Triliun

Laporan dari Beijing

Minat Airbus 330 Freighter Kargo, Garuda Bidik Omzet Rp 6,1 Triliun

Nograhany Widhi Koesumawardani - detikFinance
Selasa, 12 Jun 2012 10:25 WIB
Minat Airbus 330 Freighter Kargo, Garuda Bidik Omzet Rp 6,1 Triliun
Ilustrasi foto: Angga/detikFinance
Beijing - PT Garuda Indonesia Airlines Tbk (GIAA) mengincar pesawat Airbus 330 Freighter untuk mengangkut kargo. Pembelian yang rencananya akan dilakukan sekitar 2014-2015 ini diprediksi akan menambah pendapatan Garuda sebanyak US$ 680 juta atau Rp 6,1 triliun per tahun dari angkutan kargo.

"Kita sedang finalizing business plan. Kita sedang cari timing ya, bisa 2014, 2015," jelas Direktur Teknik Garuda, Batara Silaban saat berbincang dengan wartawan di lobi China World Hotel, Beijing, China, Senin (11/6/2012) malam.

Batara menambahkan, selain Airbus 330 Freighter, Garuda juga mengkaji pesawat berbadan lebar lainnya seperti Boeing 777 Freighter agar dapat mengangkut kargo skala besar. Selama ini, belum ada pesawat Garuda yang khusus diperuntukkan mengangkut kargo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika terealisasi menambah Airbus 330 Freighter, berapa pendapatan yang ditargetkan dari kargo? "Revenue cargo 2015, revenue forecast US$ 680 juta. Kalau 2012 USD 240 juta, untuk kargo saja," jelas Batara.

Di tempat yang sama, Direktur Utama Garuda, Emirsyah Satar menjelaskan mengenai pesawat Bombardier CRJ 100 sebanyak 18 unit yang baru dibeli Garuda adalah untuk menggantikan pesawat Boeing 737-500 milik Garuda yang melayani penerbangan ke Makassar.

"Selain itu (Bombardier) untuk hub-hub ke Medan, Balikpapan, Bali, Biak. Yang Boeing, karena itu milik kita ya bisa kita jual atau kemanain," jelas Emir.

(nwk/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads