Indosiar Karya Media Listing 11 Oktober 2004

Indosiar Karya Media Listing 11 Oktober 2004

- detikFinance
Kamis, 19 Agu 2004 17:14 WIB
Jakarta - PT Indosiar Karya Media Tbk (IKM) akan mulai listing di bursa pada 11 Oktober 2004. Saham IKM yang akan dicatatkan sebanyak 1.437.454.419 saham Bersamaan dengan itu, akan dilakukan penghapusan pencatatan (delisting) saham PT Indosiar Visual Mandiri Tbk (IVM). Pencatatan saham tersebut terdiri dari saham baru yang dikeluarkan dari portepel sebanyak 1.437.450.419 saham dan 4.000 saham lama dengan nilai nomimal Rp 250 per saham. Sedangkan jumlah waran yang dicatatkan sebanyak 521.160.706.Demikian diungkapkan Direktur Keuangan dan Accounting IVM, Phiong Philipus Dharma, dalam paparan publik IKM di kantor Indosiar, Jl. Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis (19/8/2004).Sedangkan untuk pemegang saham yang tidak mau menukarkan sahamnya ke IKM dengan perbandingan 1:1, menurut dia, bisa menjual sahamnya ke pembeli siaga yakni PT Prima Visualindo dengan harga Rp 551 per saham.Disebutkan Phiong, pendaftaran IKM ke Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) telah dilakukan pada 13 Agustus 2004, yang diharapkan bisa mendapatkan pernyataan efektif pada 27 September 2004. Sedangkan untuk masa penawaran penjualan oleh pembeli siaga dilakukan pada 29 September-4 Oktober 2004.Ia juga menjelaskan, IKM yang akan menjadi holding company IVM tetap akan fokus pada bisnis jasa media, termasuk penyediaan multimedia dan konsultasi media massa.Mengenai investor baru yang akan masuk melalui IKM, dijelaskan Phiong, memang beberapa waktu lalu ada manajer investasi dan sekuritas asing yang menjajaki dan mengaku tertarik dengan saham perseroan. Namun hingga kini belum ada tindak lanjutnya.Untuk rencana akuisisi TV lokal lainnya, menurut Phiong, kemungkinan tidak akan dilakukan dalam waktu dekat. Akuisisi itu sendiri pernah dijajaki oleh Indosiar sekitar 1-2 tahun lalu. "Tapi jika peluangnya ada, tetap kita buka," imbuhnya.Hingga akhir tahun 2004, Indosiar menargetkan perolehan laba bersih sebesar Rp 130 miliar, naik 30 persen dibanding tahun 2003 yang mencapai Rp 102 miliar. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads