Bhakti Investama Lepas Saham MNC Sky Vision Lewat IPO

Bhakti Investama Lepas Saham MNC Sky Vision Lewat IPO

- detikFinance
Jumat, 15 Jun 2012 09:59 WIB
Bhakti Investama Lepas Saham MNC Sky Vision Lewat IPO
Jakarta - PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) berencana melepas sebagian kepemilikan (divestasi) pada PT MNC Sky Vision, pengelola bisnis televisi Indovision. Saham divestasi tersebut sebesar 565.110.000 lembar.

Demikian disampaikan dalam prospektus ringkas MNC Sky Vision, Jumat (15/6/2012). Pelepasan saham MNC Sky Vision milik BHIT berbarengan dengan periode penawaran saham perdana (Initial Public Offering) sekitar 847.666.000 lembar.

Pasca pelempasan saham MNC Sky Vision, kepemilikan Bhakti Investama melorot dari 20% menjadi hanya 9,6% dari modal disetor dan ditempatkan. Sementara pemegang saham pengendali masih berada ditangan PT Global Mediancom Tbk, sekitar 66,47% (pasca IPO).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penggabungan saham biasa yang diambil dari portepel dan saham divestasi milik BHIT mencapai 1.412.776.000 lembar. Nilai nomonal Rp 100 per lembar, dengan harga penawaran yang ditetapkan kemudian.

Saham divestasi juga ditawarkan kepada masyarakat, dengan ketentuan wajib mengajukan formulir pemesanan permbelian saham.

Tanggal efektif akan perseroan dapat pada 27 Juni, dengan masa penawaran 29 Juni hingga 3 Juli. Periode penjatahan dan distribusi saham masing-masing di 5 Juli dan 6 Juli. Listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli.

"Perseroan akan mencatatkan 20% dari modal disetor dan ditempatkan, yang berasal dari jumlah keseluruhan saham yang ditawaran dalam penawaran umum," jelas manajemen MNC Sky Vision.

"Perseroan tidak merencanakan mengeluarkan saham daru dan atau efek ekuitas lainnya, yang dapat dikonversi menjadi saham baru dalam 12 bulan sejak pernyataan pendaftaran," katanya.

Hasil penawaran umum, sekitar 70% digunakan sebagai belanja modal diantaranya pembelian dekoder, antena, kartu tayang dan peralatan penunjang penyiaran. Selain itu, dana IPO juga sebagai pelunasan pinjaman perseroan dari Bank Rakyat Indonesia sekitar Rp 50 miliar.

Selain itu, perseroan juga akan melunasi utang dari pemegang saham pengendali, PT Global Mediacom Tbk, Rp 170 miliar yang didapatkan secara bertahap. Sisanya sebagai modal kerja berupa rekondisi dekoder dan perbaikan fasilitas kerja.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT Danareksa Sekuritas dan PT MNC Securites. Keduanya menjamin kesanggupan penuh (full commitment) terdapat IPO MNC Sky Vision.

Direktur Utama MSV, Rudy Tanoesoedibjo sebelumnya menegaskan, dana IPO digunakan perseroan untuk penambahan 22 kantor cabang baru hingga pada akhir 2012 jumlahnya menjadi 82 kantor cabang. "Dengan kantor baru ini kami akan memerlukan 500 karyawan baru," tambahnya.

MNC Sky Vision juga berambisi mendapatkan 960 ribu pelanggan televisi berlangganan baru sepanjang 2012. Ini setara 80 ribu pelanggan baru per bulan. Menurut Rudy, potensi kenaikan pelanggan pay tv masih memungkinkan untuk naik. Ceruk pasar televisi berbayar baru 10% dari total rumah tangga.

(wep/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads