Investor Tunggu Pertarungan 'Duo Yunani' Syriza Vs New Democracy

Investor Tunggu Pertarungan 'Duo Yunani' Syriza Vs New Democracy

Whery Enggo Prayogi - detikFinance
Minggu, 17 Jun 2012 18:48 WIB
Investor Tunggu Pertarungan Duo Yunani Syriza Vs New Democracy
foto:telegraph
Jakarta -

Pemilu Yunani kembali terselenggara hari ini dan sampai saat ini masih berlangsung. Ada pertarungan dua partai besar yakni Syriza vs New Democracy, masing-masing bertolak belakang kebijakannya.

Investor pasar saham pun diperkirakan mengambil posisi wait and see, menantikan hasil pemilu. Siapakah yang akan dipilih rakyat Yunani. Pro Uni Eropa atau tidak.

"Sekarang posisinya wait and see. Akan ada aksi dari pasar apakah rebound atau koreksi yang nyata setelah kepastian hasil pemilu, kata Ekonom PT Samuel Sekuritas, Lana Soelistianingsih kepada detikFinance, Minggu (17/6/2012) .

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investor kini memusatkan perhatiannya pada Yunani, negara pemicu krisis Eropa yang kini belum juga pulih. Hasil pooling terakhir, dua partai Syriza dan New Democracy punya peluang yang sama untuk memenangkan pemilu.

"Pooling menunjukkan kedua ini berimbang. New Democracy 22,5% dan Syriza 23%. Ini membingungkan. Semua masih berpeluang," tuturnya.

Syriza dibawah kepemimpinan Alexis Tsipras mengkampanyekan anti Uni Eropa dan yakin negaranya dapat pulih tanpa bantuan pihak lain. Tsipras bahkan siap keluar dari 'sekutu' Uni Eropa.

Sedangkan Pemimpin New Democracy, Antonis Samaras, justru mengambil kebijakan yang sebaliknya. Bertahan sebagai anggota Uni Eropa dan meneruskan opsi bailout yang diajukan lembaga tertinggi benua Eropa.

"Kondisi terburuk memang partai Syriza menang. Ini punya implikasi yang berat. Tsipras anti Uni Eropa. Jika benar (menang), dalam jangka pendek akan membuat (pasar) shock cukup dalam," terang Lana.

"Tapi dalam jangka menengah, tentu dengan platform yang ada susah. Yunani sangat tergantung Uni Eropa. Katakan pakai uang sendiri, mata uang lokal akan terdevaluasi. Bagaimana mereka untuk impor. Sedangkan produk pertaniannya hanya menyumbang 5%," tegas Lana.

Jika Syriza memang, maka ini menjadi preseden buruk bagi kesatuan Eropa. Bukan tidak mungkin, Spanyol dan Italia menyusul untuk keluar dari Uni Eropa. "Secara realitis memang harusnya New Democracy memang. Maka legalah, setidaknya satu persoalan terselesaikan," ucapnya.

Investor, termasuk yang ada di Indonesia, juga menantikan kabar baik lain dari Amerika Serikat. Yakni hasil sidang The Fed pada 20 Juni. "Kemungkinan hasilnya The Fed akan mengeluarkan QE (quantitative easing) 3. Karena kalau dilihat, data AS terbaru ada perlambatan ekonomi. Termasuk data angkatan kerja," tuturnya.

"Diharapkan ada kabar positif lain dari AS sehingga (pasar) akan lebih positif. Kalaupun Senin dan Selasa koreksi, Rabu bisa positif. Malahan bagus untuk mengambil posisi," imbuh Lana.

Hasil dari pemilu Yunani masih harus menunggu beberapa jam ke depan. Hasil hitung cepat diperkirakan akan selesai pada pukul 7 p.m waktu setempat atau pukul 23.00 WIB. Sementara hasil perhitungan perdana dari offisial secara resmi akan keluar pukul 9.30 p.m atau pukul 1.30 WIB dini hari.

(wep/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads