Putri mantan Presiden Gus Dur yang juga pemuka Nahdlatul Utama (NU) Yenny Wahid membawa sekitar 100 orang lebih kaum wanita muslimah NU ke Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk belajar berinvestasi saham.
Acara yang berjudul 'Sosialisasi Pasar Modal dan Perencanaan Keuangan bagi Keluarga Indonesia, dilakukan di Gedung BEI, SCBD, Jakarta, Senin (18/6/2012).
Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Frederica Widyasari menyambut gembira kerjasama ini karena sangat menguntungkan BEI lewat penambahan jumlah investor di pasar modal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yenny yang membawa rombongan tersebut mengatakan, tujuannya membawa kaum wanita Muslimah NU ini agar bisa memperoleh pengetahuan soal investasi saham demi menjaga keperluan investasi keluarga.
"Kita mempunyai Muslimah NU yang tersebar di 525 kabupaten/kota di Indonesia. Selain itu acara ini juga ditujukan untuk perempuan yang tidak lagi sebagai kasir tetapi sebagai manajer," kata Yenny.
Di tempat yang sama, Pimpinan Nahdlatul Ulama, Khofifah Indarparawansa mengatakan Muslimah NU juga akan bekerjasama dengan Telkomsel untuk membentuk NU Investment Club.
"Sebenarnya rencana ini sudah ada sejak dahulu ini akan memberikan kontribusi untuk mensejahterakan Muslimah NU. Bursa efek dan investasi menurut saya merupakan bagian dari ekonomi keluarga. Oleh karena itu, ini akan membangun kedaulatan ekonomi bangsa," kata Khofifah.
Pada acara tersebut, hadir sekitar 150 kaum wanita Muslimah NU yang berasal dari Bekasi, DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. (dnl/hen)










































