Demikian disampaikan Direktur Utama Berau Caol, Rosan Perkasa Roslani usai rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) di Hotel Shangri La, Jakarta, Senin (18/6/2012).
"Rasio (Dividen) tahun lalu 20% juga, labanya banyak tahun ini naiknya," kata Rosan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laba perseroan cemerlang akibat malam penjualan batubara yang meningkat menjadi US$ 1,65 miliar, dari periode sebelumnya US$ 1,05 miliar pada 2010.
Namun memasuki triwulan I-2012, kinerja BRAU loyo. Terjadi penurunan laba bersih 58,46% dari US$ 41,67 juta menjadi hanya US$17,31 juta.
Hal ini disebabkan oleh tingginya beban penjualan perseroan, padahal pada periode Januari-Maret 2012 penjualan batu bara perseroan naik 8,96% menjadi US$ 368,56 juta.
Meski mencatat hasil buruk di awal tahun, Rosan yakin kinerja Berau akan membaik hingga akhir 2012.
Akan terjadi perbaikan harga jual baru bara meski tidak mencapai US$ 120- US$ 125 per metrik ton pada periode booming batubara.
"Sekarang US$ 90 (per ton) tapi turunnya 30% lebih dari US$ 78-81 (per ton). Masih bisa di manage karena indeks masih bagus," ungkapnya.
(wep/ang)











































