Putri mantan Presiden Gus Dur yang juga pemuka Nahdlatul Ulama (NU) Yenny Wahid membawa kaum wanita Muslimah NU ke BEI, untuk belajar investasi saham agar tak tertipu investasi bodong.
"Masyarakat bisa mengetahui, di tengah-tengah masyarakat banyak investasi bodong. Sehingga acara ini dimaksudkan agar tidak ada yang terjebak dalam investasi bodong," jelas Yenny di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, Senin (18/6/2012).
Yenny mengatakan, dirinya telah lama menjadi investor di reksa dana dan saham, namun sifatnya investir pasif."Saya ingin menjadi contoh terhadap muslimah NU yang lainnya karena mereka banyak yang tidak tahu dunia finansial," kata Yenny.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Yenny juga mengatakan investasi di Indonesia masih menguntungkan. Apalagi di tengah kondisi krisis di Eropa, Indonesia sedang jadi incaran investasi asing.
"AS dan Eropa saat ini sedang memburuk, tetapi pasar Indonesia stabil, bahkan dibandingkan China dan India, Indonesia tetap bertahan. Ini adalah berita baik untuk kita karena menjadi good of confidence terhadap perekonomian Indonesia," kata Yenny.
Namun, ujar Yenny, pemerintah diingatkan jangan terlena dengan situasi seperti ini, karena masih ada kesenjangan antara golongan kaya dan miskin di Indonesia. "Pertumbuhan ekonomi kita tinggi tapi kita harus merata," ujar Yenny.
(dnl/hen)










































